BEKASI, KOMPAS.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melakukan perjalanan dinas ke luar negeri dengan mengunjungi Kota Seongnam, Korea Selatan, dan Kota Izumisano, Jepang.
Kunjungan yang dimulai pada Rabu (1/4/2026) tersebut bertujuan menandatangani kerja sama Sister City sekaligus membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor strategis.
Tri mengungkapkan, salah satu fokus utama kerja sama dengan Kota Izumisano adalah membuka peluang bagi tenaga kerja asal Bekasi untuk bekerja di Jepang.
Baca juga: Lulusan SMA Favorit Tak Jamin Kerja, Pemuda Bekasi Banting Setir Ikut Pelatihan Las
Ia menilai, pemerintah daerah perlu menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
“Terutama dalam penguasaan bahasa dan sertifikasi,” ungkap Tri kepada awak media saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi, Kamis (9/4/2026).
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berencana membuka program pelatihan bahasa Inggris dan Jepang.
Program ini akan dilaksanakan pada akhir pekan di kantor pemerintah daerah guna memudahkan masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensinya.
“Kemarin saya sudah koordinasi dengan KCD 3, mudah-mudahan bulan depan kita sudah membuka khusus bahasa Inggris dan bahasa Jepang, dilakukan mungkin hari Sabtu dan Minggu di kantor pemerintah,” ujar Tri.
Ia menambahkan, penguasaan bahasa menjadi kunci penting bagi masyarakat untuk memperoleh peluang kerja di luar negeri.
Oleh karena itu, pemerintah juga berupaya menciptakan ruang belajar yang nyaman dan mudah diakses.
Selain membuka peluang tenaga kerja, kerja sama Sister City ini juga mencakup pengembangan konsep smart city melalui digitalisasi layanan publik.
Baca juga: 10 Penumpang Terjebak Lift MRT Lebak Bulus Saat Listrik Padam, Begini Detik-detik Evakuasinya
Tri menilai kolaborasi dengan kota-kota maju menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan di Kota Bekasi.
“Kalau kita ingin maju, kita harus memang berteman dengan orang yang maju,” ujarnya.
Menurut Tri, kemajuan teknologi di Seongnam dan Izumisano dapat menjadi referensi bagi Bekasi, khususnya dalam bidang kesehatan dan pengelolaan lingkungan hidup.