Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mematangkan rencana revitalisasi kawasan Kota Tua guna menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata utama di Ibu Kota.
Pengembangan kawasan bersejarah ini akan berpusat pada integrasi transportasi massal, yakni MRT dan KRL.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kehadiran MRT Jakarta di Kota Tua akan menjadi game changer.
Rute yang ditargetkan rampung pada 2029 ini akan didukung dengan pembangunan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat dan wisatawan.
"Begitu MRT selesai sampai Kota Tua di tahun 2029, pasti Kota Tua akan menjadi sangat berbeda," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4).
Selain fokus pada MRT, Pemprov DKI Jakarta juga menggandeng PT KAI untuk merevitalisasi lintasan kereta api lama. Rute non-listrik sepanjang 16 hingga 28 kilometer tersebut akan dielektrifikasi menjadi jalur KRL yang menghubungkan kawasan Kota Tua menuju Tanjung Priok, dengan rute yang melintasi Jakarta International Stadium (JIS).
Pramono menargetkan, proyek KRL yang melintasi JIS ini dapat segera dioperasikan pada Mei mendatang sebagai kado peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta.
"Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa selesai. Ini menggunakan lintasan lama yang dulu tidak pernah termanfaatkan lewat Kota Tua, kemudian (menuju) Tanjung Priok, melintasi JIS dan sebagainya," jelas Pramono.
Hadirnya rute baru KRL ini diharapkan tidak hanya menjadi tambahan moda transportasi publik bagi warga Jakarta Utara, tetapi juga secara signifikan mempermudah mobilitas masyarakat yang hendak berkunjung ke kawasan JIS.





