Sumedang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat merelokasi dua rumah korban terdampak longsor di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan. Pihaknya telah melakukan asesmen dan penentuan lokasi pengadaan relokasi rumah bagi korban.
“Kami tadi sudah cek bersama. Berdasarkan asesmen tadi, ada dua rumah yang harus direlokasi," ucap Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Sumedang Marlina, dilansir dari Antara, Kamis, 9 April 2026.
Baca Juga :
Korban Longsor Sumedang Ditemukan, Operasi SAR Ditutup
Ia juga menjelaskan bahwa koordinasi antar-instansi terus dilakukan untuk mempercepat proses relokasi dan renovasi rumah terdampak. Dua rumah terdampak longsor dapat dibangun kembali di lahan sisa yang sebelumnya telah dibangun tujuh rumah relokasi, sehingga tidak diperlukan pengadaan tanah baru.
"Sebelumnya kami sudah merelokasi tujuh rumah di sini (Mekar Rahayu) dan masih memungkinkan untuk membangun kembali dua rumah ini tanpa perlu pengadaan tanah baru,” ucapnya.
Puluhan warga dan tim gabungan gotong royong melakukan proses pencarian korban longsor di Mekar Rahayu, Sumedang, Jawa Barat pada Kamis, 9 April 2026. ANTARA/Ilham Nugraha.
Sementara itu pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan seluruh langkah relokasi berjalan sesuai prosedur. Terlebih, data BPBD Kabupaten Sumedang mencatat sekitar 70 persen wilayah Mekar Rahayu memiliki risiko bencana, terutama rawan peristiwa bencana longsor.
Kondisi tersebut membuat pihaknya menilai edukasi masyarakat dan pemantauan lingkungan menjadi prioritas pemerintah untuk mengurangi risiko korban pada masa mendatang.
“Kami tentu akan terus melakukan koordinasi dengan BPBD yang akan melakukan asesmen dan kajian lanjutan. Kami juga sudah minta camat dan polsek edukasi masyarakat yang tinggal di rumah rawan longsor saat musim hujan,” ungkapnya.
Dengan langkah-langkah ini, Pemkab Sumedang berharap warga Mekar Rahayu dapat kembali menempati lingkungan yang aman. Upaya ini juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan mereka menghadapi potensi bencana di masa depan.




