Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan pemerintah Iran salah paham terkait kesepakatan gencatan senjata. Vance menegaskan Lebanon tidak pernah masuk ke bagian perjanjian gencatan senjata AS dan Iran.
Dilansir Reuters dan Times of Israel, Kamis (9/4/2026), Vance mengatakan negosiator Iran mengira gencatan senjata Iran dan AS mencakup penghentian serangan ke Lebanon. Vance membantah klaim tersebut.
"Ini berasal dari kesalahpahaman yang sah. Saya pikir Iran mengira bahwa gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon, kami tidak pernah membuat janji itu. Kami tidak pernah mengindikasikan bahwa itu akan terjadi," kata Vance kepada wartawan sebelum menaiki pesawat kembali ke AS dari Hungaria.
"Yang kami katakan adalah bahwa gencatan senjata akan difokuskan pada Iran, dan... pada sekutu Amerika - baik Israel maupun negara-negara Arab Teluk," klaim Vance.
Israel belum memberikan indikasi publik bahwa mereka siap untuk menahan operasinya di Lebanon, dan bahkan, melancarkan gelombang serangan terbesar pada hari Rabu (8/4) sejak perang dimulai.
Vance juga menyebut negosiasi gencatan senjata AS dan Iran terancam batal jika Teheran masih bersikeras memasukan Lebanon dalam perjanjian kesepakatan.
"Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini gagal... karena Lebanon, yang tidak ada hubungannya dengan mereka... Itu pada akhirnya adalah pilihan mereka," kata Vance.
(ygs/dek)





