Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris meminta Badan Gizi Nasional (BGN) membatalkan pengadaan motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Charles menjelaskan, tujuan utama dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yaitu untuk memperbaiki kondisi gizi anak Indonesia. Sehingga, setiap anggaran yang dikeluarkan oleh BGN harus sesuai dengan tujuan utama tersebut.
"Penggunaan anggaran harus fokus untuk tujuan utama," kata Charles kepada wartawan, Jumat, 10 April 2026.
Di samping itu, Charles menilai, pengadaan motor listrik di tengah upaya efisiensi yang digencarkan pemerintah tidaklah tepat. Maka dari itu, dia mendorong agar pengadaan ini dibatalkan.
"Tetapi dengan adanya pengadaan ini di tengah efisiensi yang sedang dilakukan oleh pemerintah ini sangat tidak tepat, sehingga kami meminta BGN untuk membatalkan pengadaan (motor listrik) itu," tuturnya.
Komisi IX DPR, kata Charles, juga telah mengagendakan untuk memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pada Senin pekan depan untuk menjelaskan urgensi pengadaan motor listrik tersebut.
"Sehingga kami mau menanyakan nanti tujuannya apa, urgensinya apa, dan dasar pengadaan itu seperti apa," pungkas Charles.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pengadaan sepeda motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan hasil penganggaran di tahun 2025, dan bukan di tahun 2026 ini.
- VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham
Dia mengaku telah menanyakan hal ini kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, karena hal ini tengah menjadi sorotan publik di tengah gencarnya wacana efisiensi anggaran oleh pemerintah.
Karenanya, Purbaya menegaskan bahwa pengadaan motor listrik baru untuk program MBG di tahun 2026 ini tidak ada.
"Dia (Kepala BGN) bilang itu emang anggaran tahun lalu, yang sudah sempat terlanjur keluar itu. Tapi untuk yang tahun ini dia konfirmasi, enggak ada pembelian motor listrik baru," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Perihal penolakannya atas pengajuan tambahan unit motor listrik untuk program MBG, Purbaya memastikan bahwa sisa pengadaan yang belum tiba di Indonesia akan ditolak.





