Airlangga Yakin Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Bisa Tumbuh 5,5 Persen

mediaindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 berpotensi mencapai angka 5,5%.

"Untuk kuartal pertama kita optimistis lebih besar atau sama dengan 5,5%. Kemudian kalau di akhir tahun lebih besar sama dengan 5,4% sesuai dengan perkiraan APBN," ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis.

Menurutnya, proyeksi tersebut tetap dipengaruhi oleh kondisi global yang masih belum stabil. Berbagai faktor eksternal, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, dinilai dapat berdampak pada harga energi dunia serta kelancaran rantai pasok internasional.

Baca juga : Pemerintah Optimistis Ekonomi 2025 Tembus 5,2%, Sesuai Target

Meski begitu, pemerintah tetap mempertahankan asumsi dasar pertumbuhan ekonomi tahun 2026 di kisaran 5,4% sebagaimana tertuang dalam APBN.

Airlangga juga mengungkapkan bahwa perhitungan tersebut telah memperhitungkan dinamika harga minyak global. Saat ini, rata-rata harga minyak yang diimpor Indonesia berada di kisaran US$76 per barel.

"Setiap 1 dolar kenaikan BBM kan kira-kira dampaknya terhadap APBN sekitar Rp6 triliun lebih sedikit. Nett-ya antara gaining export komoditas yang harga tinggi dikurangi dengan jumlah subsidi itu kira-kira Rp6 triliun. Jadi kalau angka-angka seperti itu masih bisa di absorb oleh APBN," jelasnya.

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi 5,12%, Apindo: Fondasi Perekonomian Masih Kuat tapi Jangan Terlena

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa optimisme pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh kuatnya permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan porsi sekitar 54%.

Dari sisi fiskal, performa APBN hingga kuartal I 2026 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Penerimaan pajak hingga Maret tercatat tumbuh 14,3% dan mencapai sekitar Rp462,7 triliun. Sementara itu, sektor industri manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.

Ketahanan pangan nasional juga dinilai tetap stabil. Produksi beras sepanjang 2025 mencapai 34,7 juta ton, dengan cadangan beras di Perum Bulog saat ini sekitar 4,6 juta ton.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah terus menyiapkan berbagai kebijakan strategis. Salah satunya adalah implementasi program biodiesel B50 yang akan mulai diterapkan pada 1 Juli 2026.

"Kebijakan B50 diperkirakan memberikan penghematan anggaran hingga Rp48 triliun," kata Airlangga.

Di sisi lain, pemerintah tetap berkomitmen menjaga kesehatan fiskal. Rasio utang negara ditargetkan berada di level 40 persen terhadap PDB, masih jauh di bawah batas maksimum undang-undang sebesar 60 persen.

Selain itu, defisit anggaran juga diupayakan tetap terkendali di kisaran 3% hingga akhir tahun. (Ant/E-4)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Memendam Masalah
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
OPINI: Rasional Menyikapi WFH
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
JK Usul Harga BBM Naik, Gibran: Tidak Sejalan dengan Arahan Prabowo
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Lebih Hemat, Ini Cara Dapat Tarif Khusus Tiket Kereta Api dari Yogyakarta, Cek Rutenya
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Tradisi Ilmiah Gonzaga Berlanjut, Dorong Siswa Kreasikan Karya Ilmiah
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.