KPK memberikan pembekalan materi anti korupsi kepada 45 finalis Puteri Indonesia 2026. Diharapkan para finalis Puteri Indonesia itu nantinya dapat menyebarkan pesan anti korupsi ke masyarakat.
Pembekalan itu dilakukan di gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026). Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menjelaskan pembekalan kepada peserta Puteri Indonesia rutin dilakukan oleh KPK.
"Insyaallah, apa yang mereka katakan akan didengar oleh masyarakat atau setidak-tidaknya para pemuda, jiwa-jiwa para pemuda dan juga siswa-siswa yang sangat menyukai tentang adanya suatu kegiatan Putri Indonesia. Sehingga diharapkan para Putri Indonesia ini nanti akan dapat berperan serta dalam melakukan pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan," kata Ibnu, Kamis (9/4).
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana menyebut KPK memiliki sejumlah kegiatan pencegahan di daerah. Para Puteri Indonesia nantinya akan dilibatkan dalam kegiatan KPK itu.
"Putri Indonesia ini kan ada di semua daerah dan mereka akan dilibatkan, bahkan tahun yang lalu itu sudah mulai dilibatkan, waktu di Jogja itu sudah mulai dilibatkan, tahun ini mungkin lebih intensif kita lakukan agar Putri-Putri Indonesia yang sudah mendapatkan pembekalan kemudian kembali lagi ke daerah kita kerjasama, kolaborasi," ucap Wawan.
Lebih lanjut, Wawan menyebut kolaborasi dengan Puteri Indonesia diharapkan agar pesan anti korupsi bisa lebih didengar masyarakat. Diharapkan nantinya dapat membentuk masyarakat dan pejabat yang berintegritas.
"Tentunya harapannya tentu tadi seperti yang Pak Ibnu katakan masyarakat lebih mendengar dalam tanda kutip, kalau yang bicara, kalau orang KPK ngomongin antikorupsi sudah biasa tapi tiba-tiba Putri Indonesia ngomongin atau ngajak ngomong antikorupsi," tuturnya.
(ial/dek)





