VIVA –Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah meninggalkan rakyat Lebanon. Pernyataan ini disampaikannya menyusul serangan udara Israel yang menyasar permukiman warga meski telah ada gencatan senjata.
Sejak Rabu, ketika Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata selama 15 hari yang juga mencakup Lebanon dalam konflik 41 hari Israel dilaporkan terus menyerang berbagai wilayah di negara Arab tersebut. Serangan itu menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya.
“Agresi terbaru rezim Zionis terhadap Lebanon jelas melanggar kesepakatan awal gencatan senjata,” tulis Pezeshkian dalam unggahan di akun X miliknya pada Kamis dikutip dari laman presstv,ir, Jumat 9 April 2026.
Pemerintah Pakistan memastikan bahwa Lebanon termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata yang mereka mediasi. Namun, Israel dan Amerika Serikat menyatakan sebaliknya, dengan Israel menegaskan akan tetap melanjutkan serangannya ke Lebanon.
“Tindakan seperti ini menunjukkan adanya penipuan dan ketidakpatuhan, sehingga membuat negosiasi menjadi tidak berarti. Kami tetap siaga. Iran tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara kami di Lebanon,” lanjutnya.
Pada Kamis, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengaku telah menghubungi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Ia meminta agar dipastikan bahwa gencatan senjata benar-benar mencakup Lebanon, guna mencegah serangan Israel terulang.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar bersama Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud menyampaikan keprihatinan mendalam atas pelanggaran gencatan senjata di Lebanon. Keduanya menekankan pentingnya menghormati dan menjalankan kesepakatan tersebut secara penuh demi menjaga perdamaian dan stabilitas.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Pakistan juga mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah nyata guna menghentikan agresi tersebut, sekaligus menegaskan solidaritas penuh Islamabad terhadap pemerintah dan rakyat Lebanon di masa sulit ini.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran memperingatkan bahwa Teheran memandang Lebanon sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari gencatan senjata, serta berjanji akan memberikan respons tegas. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya desakan internasional agar Lebanon benar-benar dimasukkan dalam kesepakatan damai.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa Iran tengah menyiapkan respons yang akan membuat penyerang menyesal atas serangan terbaru Israel ke Lebanon. Mereka juga memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Hezbollah akan dianggap sebagai serangan terhadap Republik Islam Iran.





