Eredivisie Sudah Ketok Palu, Laga NAC Breda vs Go Ahead Eagles Resmi Diputuskan Tak Akan Diulang

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Dunia sepak bola Belanda sempat diguncang oleh kontroversi administratif yang melibatkan klub NAC Breda dan Go Ahead Eagles.

Perdebatan ini berpusat pada status pemain Dean James yang dianggap ilegal saat diturunkan dalam pertandingan kedua tim.

Namun, otoritas liga tertinggi Belanda, Eredivisie, secara resmi telah mengetuk palu dan menolak mentah-mentah tuntutan untuk melakukan pertandingan ulang.

 

Awal mula kontroversi
Pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James
Sumber :
  • Go Ahead Eagles

Masalah ini mencuat setelah pihak NAC Breda mengajukan protes keras terkait keabsahan Dean James.

Mereka mengeklaim bahwa pemain tersebut seharusnya tidak diizinkan bermain karena masalah pendaftaran atau akumulasi sanksi yang belum tuntas.

Jika tuntutan ini dikabulkan, Go Ahead Eagles terancam kehilangan poin atau dipaksa melakukan tanding ulang (replay).

Ketidakpastian ini sempat membuat klasemen Eredivisie berada dalam zona abu-abu, mengingat setiap poin sangat berharga dalam persaingan menuju kompetisi Eropa maupun perjuangan menghindari degradasi.

 

Keputusan final otoritas liga
Dean James
Sumber :
  • Facebook - Go Ahead Eagles

Setelah melakukan investigasi mendalam terhadap dokumen pendaftaran dan regulasi pemain, pihak Eredivisie bersama KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda) menyatakan, bahwa tidak ada aturan yang dilanggar secara fatal. Otoritas liga menegaskan bahwa status Dean James adalah sah pada saat laga berlangsung.

Pihak liga pun akhirnya memberikan pernyataan yang menutup peluang bagi adanya pertandingan ulang antara NAC Breda vs Go Ahead Eagles maupun perubahan hasil pertandingan.

"Dalam konteks penyeimbangan kepentingan yang harus dilakukan oleh dewan kompetisi, dewan kompetisi berpendapat tidak dapat diterima jika ketidakpastian di luar domain olahraga dan regulasi menyebabkan gangguan kompetisi," begitulah penjelasan Eredivisie, dikutip Voetbal Primeur pada Jumat (10/4/2026).

"Selain itu, hal ini juga dapat merugikan semua klub," sambung pernyataan resmi tersebut.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi klub-klub lain untuk lebih teliti dalam memahami regulasi sebelum mengajukan tuntutan formal yang bisa menguras waktu dan energi organisasi, serta dapat menyebabkan efek domino ke kompetisi yang tengah berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Abaikan Gencatan Senjata, Israel Serang Kawasan Komersial Lebanon
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Charles Honoris Soroti Risiko Keuangan BPJS Kesehatan dan Nasib Jutaan Peserta Nonaktif
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Dulu cuma bisa lihat di berita, sekarang anak sekolah bisa lihat langsung isi Istana Kepresidenan
• 19 jam lalubrilio.net
thumb
Pendiri Dana Syariah Ditahan Bareksrim
• 12 jam laludisway.id
thumb
Komdigi Siapkan Lelang Dua Spektrum Frekuensi untuk Pemerataan Layanan 4G dan 5G
• 14 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.