JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersiap mengambil langkah tegas menyusul kasus manipulasi laporan penanganan aduan warga di aplikasi JAKI.
Ia memastikan akan mengumpulkan seluruh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dalam forum khusus pada pekan depan.
Rapat bertajuk town hall meeting itu dijadwalkan berlangsung di Balai Kota Jakarta. Dalam forum tersebut, Pramono akan menyampaikan peringatan keras kepada seluruh jajaran terkait integritas pelayanan publik.
"Minggu depan saya akan meminta semua PPSU yang berkaitan dengan JAKI, kita akan mengadakan town hall di sini," kata Pramono dikutip Antara, Kamis (9/4/2026)
"Saya akan menyampaikan dan memberikan peringatan kepada siapa pun yang melakukan itu, kami tidak akan memberikan maaf. Langsung kami berhentikan."
Pramono mengungkapkan, kasus pemalsuan bukti tindak lanjut aduan menggunakan foto berbasis kecerdasan buatan (AI) di wilayah Kalisari, Jakarta Timur, bukan kejadian pertama. Bahkan, pelanggaran tersebut dilakukan oleh oknum yang sama.
Baca Juga: Kejati DKI Sita Dokumen saat Geledah Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
Tak menunggu lama, Pemprov DKI langsung menjatuhkan sanksi tegas. Mulai dari petugas PPSU hingga pejabat wilayah ikut terdampak.
"Kami sudah mengidentifikasi PPSU-nya, lurahnya kami copot termasuk kasi-kasinya. Ini wajah Jakarta. Kepercayaan warga adalah yang utama," tuturnya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen menjaga kredibilitas sistem pengaduan publik yang selama ini menjadi andalan warga Jakarta.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- ramono anung
- ppsu jakarta
- aplikasi jaki
- layanan publik
- pemprov dki
- manipulasi data





