PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) bersiap mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 10 April 2026. Menariknya, perusahaan ini menjadi emiten pertama yang melantai di bursa pada tahun ini.
Emiten yang bergerak di sektor logistik ini ditetapkan sebagai Efek Syariah berdasarkan keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor KEP-3/PM.21/2026.
Sebelumnya, WBSA mematok harga pelaksanaan initial public offering (IPO) di level Rp168 per saham dalam masa penawaran umum yang berlangsung 2 April hingga 8 April 2026.
Angka ini berada di tengah kisaran harga penawaran awal (bookbuilding) yang sebelumnya dibuka pada rentang Rp150–170 per saham selama periode 25–27 Maret 2026.
Penjatahan efek juga telah dilakukan pada 8 April 2026 dan distribusi saham pada 9 April 2026.
Dalam aksi korporasi ini, WBSA melepas sebanyak 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari total modal disetor kepada publik. Dari langkah tersebut, Perseroan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp302,4 miliar.
Dana hasil IPO ini, sekitar Rp215 miliar akan dialokasikan untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) atau setara 191.250 lembar saham.
Sementara itu, sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja untuk menunjang operasional, menjaga likuiditas, serta memperkuat kapasitas layanan logistik multimoda.
Baca Juga: BEI Sebut Tak Ada Emiten Konglomerasi dan BUMN di Antrean IPO
Baca Juga: WBSA Patok Harga IPO Rp168 per Saham, Siap Listing 10 April
Dalam proses penawaran saham perdana ini, PT Semesta Indovest Sekuritas, PT Indo Capital Sekuritas, dan PT OCBC Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai penjamin emisi efek.
Sebagai informasi, PT BSA Logistics Indonesia merupakan perusahaan yang relatif baru, didirikan pada 2021. Saat ini, kegiatan usaha yang dijalankan mencakup bisnis angkutan multimoda, angkutan bermotor untuk barang umum dan khusus, hingga pergudangan, cold storage, serta aktivitas sebagai perusahaan holding.





