Rahasia Rusia Untung Triliunan di Saat Iran, Amerika-Israel, Berbakuhantam

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Krisis Timur Tengah tidak hanya memanaskan medan perang, tetapi juga memindahkan pusat keuntungan global.

Ketika konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu gangguan besar di Selat Hormuz, dunia tidak sekadar menyaksikan eskalasi militer, melainkan redistribusi kekuatan ekonomi yang berlangsung diam-diam namun menentukan.

Baca Juga
  • Koperasi Desa Merah Putih di Boyolali Dapat 71 Mobil Operasional
  • Hasil Leg 1 Perempat Final Liga Europa 2025/2026: Aston Villa dan Freiburg Menang Besar
  • Proyek Sampah Jadi Listrik Digenjot, Danantara Alokasikan Hingga Rp2,8 Triliun per Lokasi

Data terbaru menunjukkan paradoks yang tajam. Di saat harga energi global melonjak dan tekanan ekonomi meningkat di banyak negara, Rusia justru berada di sisi yang diuntungkan.

Perhitungan berbasis data Reuters memperkirakan pendapatan pajak minyak Rusia melonjak hingga sekitar 700 miliar rubel atau setara 9 miliar dolar AS pada April, lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Lonjakan ini terjadi setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur vital yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Penutupan ini mendorong harga minyak Brent melampaui 100 dolar per barel, menciptakan krisis energi yang oleh para pelaku pasar disebut sebagai salah satu yang paling serius dalam beberapa dekade terakhir.

Dalam konteks ini, Rusia, sebagai eksportir energi besar, tidak perlu terlibat langsung di medan konflik untuk meraih manfaat strategis.

Kenaikan harga minyak secara otomatis memperbesar penerimaan negara, sementara permintaan global terhadap energi Rusia meningkat di tengah keterbatasan pasokan dari Timur Tengah.

Namun, keuntungan di satu sisi berbanding terbalik dengan tekanan di sisi lain. Di Amerika Serikat, harga bensin terus merangkak naik, menembus lebih dari 4 dolar per galon secara nasional.

Di beberapa negara bagian seperti California, harga bahkan mendekati 6 dolar per galon, angka yang berpotensi menjadi beban politik serius bagi pemerintahan Donald Trump.

Kenaikan harga ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan refleksi langsung dari gangguan struktural di jalur distribusi energi global.

Bahkan setelah pengumuman gencatan senjata sementara antara AS dan Iran, harga bahan bakar tidak serta-merta turun, menandakan bahwa pasar masih meragukan stabilitas situasi.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Sebut Kasus Korupsi Petral Sempat Pengaruhi Harga BBM
• 10 jam laludetik.com
thumb
14 Hari Terjebak di Tambang Sinaloa, Penambang Ditemukan Selamat
• 12 jam laludetik.com
thumb
Dulu Dibully Gara-Gara Rambut Keriting, Syifa Hadju Kini Bongkar Perjuangan Sampai Berani Tampil Pede!
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Investor Muda Makin Dominan, OJK Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Kenapa Pakistan Bisa Jadi Mediator AS-Iran?
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.