TBS Energi (TOBA) Akan Terbitkan Obligasi Rp175 Miliar

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) akan menerbitkan surat utang senilai Rp175 miliar.

Dalam prospektus yang disampaikan, TOBA akan melakukan penawaran umum untuk Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026 dengan jumlah pokok obligasi Rp175 miliar.

Emisi obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama dengan target dana yang dihimpun Rp800 miliar.

Sebelumnya, perseroan sudah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap I Tahun 2025 senilai Rp125 miliar dan Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap II Tahun 2026 senilai Rp500 miliar.

Baca Juga : TBS Energi Umumkan 3 Aksi Korporasi, Jadi Katalis Harga Saham TOBA?

TOBA mendapatkan peringkat idA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi ini. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek PT Sucor Sekuritas dengan wali amanat PT Bank Mega Tbk. (MEGA).

Adapun, Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026 ini ditawarkan dengan nilai 100% dan akan dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment).

Obligasi ini memiliki tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun dengan jangka waktu 7 tahun sejak tanggal emisi.

Pembayaran kembali Pokok Obligasi akan dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi yaitu 13 Mei 2033.

Sementara bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sekali, terhitung sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. 

Lebih lanjut, TOBA berencana menggunakan seluruh dana dari penawaran obligasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi untuk modal kerja, termasuk namun tidak terbatas pada beban operasional rutin seperti beban gaji, beban sewa kantor, perawatan dan perbaikan kantor, serta keperluan umum korporasi (general corporate purposes) seiring dengan kebutuhan usaha perseroan.

Berdasarkan Laporan Keuangan 2025, TOBA membukukan pendapatan sebesar US$380,22 juta atau setara Rp6,35 triliun. Pendapatan ini turun 14,7% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar US$445,6 juta.

Adapun TOBA membukukan rugi bersih sebesar US$162 juta atau setara Rp2,7 triliun, yang disebabkan oleh merosotnya harga batu bara dunia di sepanjang tahun 2025 dan kerugian non-kas dan tidak berulang, yang berasal dari dampak divestasi aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebesar US$97 juta sebagai bagian dari transformasi Perseroan ke sektor rendah karbon. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Peresmian Pabrik Kendaraan Listrik VKTR Jadi Tonggak Industrialisasi Nasional
• 17 jam laludisway.id
thumb
Industri Plastik Tetap Ekspansi, Kemenperin Bantah Isu Kelangkaan Mei 2026
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Bapenda Sumsel Validasi Data Kendaraan, Gali Potensi Pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
DKI kemarin, kendala pasokan listrik hingga penertiban PKL
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Simeone Tegaskan Tugas Atletico Belum Selesai Meski Tumbangkan Barca 2-0
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.