JAKARTA - Tim investigasi independen mengungkap peran dan keterlibatan sedikitnya 16 orang dalam rangkaian aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, pada 12 Maret 2026. Temuan ini diperoleh dari investigasi independen berbasis analisis rekaman CCTV dan pemetaan kronologi sebelum hingga setelah kejadian.
Peneliti independen, Ravio Patra mengatakan, dirinya ditugasi Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) untuk melakukan investigasi guna mengungkap fakta-fakta peristiwa penyerangan.
“Saya akan memaparkan hasil temuan tim investigasi yang ditugaskan oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi untuk mengungkap fakta-fakta sebenarnya tentang kasus aksi teror, percobaan pembunuhan berencana, dan penganiayaan berat yang dialami oleh rekan kami, Andrie Yunus,” ujar Ravio dalam konferensi pers bersama TAUD di Jakarta Selatan, Kamis 9 April 2026.
Dari hasil penelusuran, pihaknya mengidentifikasi 16 orang tak dikenal (OTK) yang dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan peran masing-masing, yakni eksekutor, pengintai jarak dekat, tim komando, dan pengintai jarak jauh.
Berdasarkan analisis CCTV, aksi penyiraman tersebut bukan peristiwa spontan, melainkan bagian dari operasi yang terstruktur dan terencana.



