Kontak Pertama Sejak Eskalasi, Arab Saudi–Iran Bahas Redakan Ketegangan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Dua negara berpengaruh di Timur Tengah, Iran dan Arab Saudi, melakukan kontak diplomatik resmi pertama sejak perang yang dipicu serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menerima panggilan telepon dari mitranya, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, pada Kamis, 9 April 2026, demikian dikutip dari Saudi Gazette, Jumat (10/4).

Selama komunikasi via telepon tersebut, kedua menteri membahas perkembangan terbaru di kawasan serta meninjau upaya untuk meredakan ketegangan dan memulihkan keamanan serta stabilitas regional.

“Percakapan itu menjadi salah satu kontak pertama yang diumumkan secara publik antara kedua pihak sejak eskalasi terbaru di kawasan,” demikian laporan tersebut.

Kantor berita negara Iran, IRNA, juga memberitakan komunikasi tersebut. Dikatakan bahwa Abbas Araghchi dan Faisal bin Farhan membahas hubungan bilateral serta perkembangan kawasan.

Media tersebut menambahkan bahwa rincian lebih lanjut akan diumumkan kemudian.

Komunikasi ini terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada Selasa, yang bertujuan membuka jalan bagi kesepakatan final untuk mengakhiri perang yang dilancarkan AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.

Perang tersebut telah menewaskan dan melukai ribuan orang di berbagai pihak.

Saudi vs Iran

Sejak pecahnya konflik pada 28 Februari 2026, Iran melancarkan serangkaian serangan balasan berupa rudal balistik dan drone ke beberapa negara Teluk, termasuk Saudi Arabia, sebagai respons terhadap serangan AS-Israel.

Serangan terhadap Saudi mencakup target militer seperti Prince Sultan Air Base (dekat Riyadh), yang menjadi basis bersama pasukan Saudi dan AS. Serangan ini melukai puluhan tentara AS dan merusak pesawat serta radar pertahanan.

Saudi Arabia menghadapi puluhan rudal balistik dan ratusan drone Iran sepanjang Maret 2026, meskipun sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Serangan ini turut memicu Saudi mengusir atase militer Iran dan beberapa staf kedutaan pada Maret 2026. Perang ini memperburuk ketegangan bilateral meskipun kedua negara sempat menjalin rekonsiliasi sebelumnya di bawah mediasi China.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Tenis Putri Indonesia Sapu Bersih India 3-0 di Piala Billie Jean King
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta 10 April 2026: Waspada Berawan Tebal di Pagi Hari
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Manipulasi Tindak Lanjut Laporan JAKI Kembali Terbongkar, Modusnya Edit Timestamp
• 22 jam laludisway.id
thumb
ALTO Optimistis Perang Iran Tak Pengaruhi Transaksi Digital di Indonesia
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.