PT ALTO Network menilai eskalasi perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Iran, dan Israel, tidak memberikan dampak signifikan terhadap sektor sistem pembayaran, khususnya transaksi digital di Indonesia.
Chief Business Officer PT ALTO Network, Rangga Wiseno, menyatakan data perusahaan mencatat transaksi tetap menunjukkan tren peningkatan hingga saat ini, meskipun dari sisi rata-rata nilai per transaksi atau ticket size mengalami penurunan.
“(Perang Iran) tidak terlalu berdampak, dan kita kalau lihat dari data transaksi (terutama) QRIS di ALTO, itu juga masih prudent dalam artian transaksi nya naik,” kata Rangga saat ditemui usai Konferensi Pers di Habitate, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).
Kemudian dari sisi prospek, Rangga memandang kinerja ke depan masih positif, didukung oleh peran pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran di tengah tekanan geopolitik. Menurutnya, QRIS tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kemandirian ekonomi dan stabilitas sistem keuangan domestik.
“Walaupun market bergejolak, tapi kita lihat digitalisasi berjalan. Indonesia kan consumer market ya, consumer masih bisa tetap bertransaksi dan semuanya itu diproses dari domestik gitu,” ucap Rangga.
Rangga melanjutkan, sistem pembayaran digital di Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan sejumlah negara lain, sehingga menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi di tengah tekanan eksternal.
“Tentunya kita masih bersiap (menghadapi tekanan geopolitik), kalau ngomongin risiko, mesti prepare for the worst ya kan? Pemerintah Indonesia juga udah melakukan beberapa inisiasi, untuk prepare for the worst gitu,” tutur Rangga.
Dalam hal ini, Rangga menyatakan pihaknya akan selalu memberi dukungan terhadap langkah-langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, termasuk upaya mitigasi risiko yang dilakukan secara makro.
Adapun ALTO mencatat kinerja transaksi yang menguat 75 persen secara year on year (yoy) dengan volume mencapai sekitar 30 juta transaksi per hari hingga kuartal I 2026. CEO PT ALTO Network, Gretel Griselda, menyatakan dari sisi komposisi, transaksi didominasi oleh QRIS yang menyumbang sekitar 89 persen.
Gretel menjelaskan, sumber utama transaksi berasal dari QRIS, diikuti oleh transfer antarbank baik melalui ATM maupun mobile banking. Sementara itu, transaksi penarikan tunai melalui ATM masih menempati posisi berikutnya.
Berdasarkan paparannya, PT ALTO Network didukung oleh jaringan yang luas, dengan lebih dari 70 juta kartu, sekitar 50 ribu ATM, serta keterhubungan dengan sekitar 50 persen bank digital di Indonesia. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya ekosistem pembayaran digital yang terintegrasi dalam jaringan ALTO.





