FAJAR, MAKASSAR — Menyambut hajatan akbar Accounting Smart Challenge (ASC) ke-14, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menggelar Seminar Nasional, Kamis (9/4).
Kegiatan yang berlangsung di Nobel Convention Center, Jalan Sultan Alauddin ini menghadirkan Laode Arahman Nasir, S.E., M.Ak., sebagai pembicara dengan mengusung tema “Mengembangkan Jiwa Akuntansi Muda yang Berintegritas di Era Transformasi Digital.”
Dalam pemaparannya, Laode menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah lanskap profesi akuntansi secara signifikan. Karena itu, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
“Digitalisasi akuntansi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Perubahan ini menuntut kita untuk lebih adaptif. Peningkatan kompetensi dan pembaruan pengetahuan menjadi kunci utama agar tetap relevan dan mampu bersaing di tengah ekosistem akuntansi yang semakin dinamis,” ujarnya.
Selain peluang, Laode juga mengingatkan adanya berbagai tantangan di era digital, seperti risiko kebocoran data hingga pesatnya perkembangan fitur teknologi yang berpotensi menciptakan kesenjangan kompetensi.
“Risiko kebocoran data adalah tantangan yang nyaris mustahil dihindari sepenuhnya, sekuat apa pun sistem pengamanan yang dibangun,” katanya.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya integritas dalam profesi akuntansi. Menurutnya, integritas merupakan nilai sederhana namun memiliki konsekuensi besar dalam praktik profesional.
“Ibarat ujian, integritas adalah keinginan agar hasil yang diperoleh benar-benar murni dari pemikiran sendiri. Dalam ASC nanti, silakan berkompetisi secara jujur. Ukur kemampuan diri tanpa bantuan alat curang. Apa gunanya nilai tinggi jika bukan hasil kerja sendiri? Tanpa integritas, seseorang akan tertekan oleh ekspektasi yang tidak nyata,” tegasnya.
Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ASC ke-14 yang bertujuan mendorong peningkatan kualitas dan daya saing mahasiswa akuntansi di tengah tantangan era digital.(wis)





