Andalkan Produksi Domestik, PHE Bidik Lifting Minyak 595.000 BOEPD pada 2026

bisnis.com
19 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BATU — Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan lifting minyak mencapai 595.000 barel oil equivalent per day (boepd) pada 2026. Angka itu naik dibanding realisasi pada 2025 yang sebesar 557.000 boepd.

Kenaikan ini terutama ditopang oleh produksi domestik yang ditargetkan meningkat dari sekitar 396.000 barel menjadi 404.000 barel per hari.

Sementara untuk produksi gas bumi, PHE menargetkan bisa mencapai 2,81 miliar standar kaki kubik per hari (Bscfd) pada 2026. Angka itu naik dari realisasi pada 2025 yang sebesar 2,75 Bscfd.

PHE pun berkontribusi sekitar 32%–35% terhadap produksi gas nasional dengan capaian 2,8 Bscfd dari total sekitar 5,5 BSCFD pada 2025.

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE Edi Karyanto menyebut kontribusi PHE terhadap produksi nasional cukup dominan. Dari total produksi minyak nasional yang berada di kisaran 600.000 barel per hari, sekitar 69% berasal dari PHE.

"Dengan pencapaian tahun lalu maka tantangan kita tadi produksi kita 557.000, kita akan improve menjadi 595.000 BOEPD," ujarnya dalam acara Media Briefing di Batu, Jawa Timur, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga

  • Aral Pertamina Hulu Energi Pompa Minyak dari Lapangan Tua
  • Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Jaga Ketahanan Energi di Momen Lebaran
  • Pertamina Hulu Minta Insentif Fiskal untuk Kerek Produksi Minyak 2026

Untuk mengejar target tersebut, PHE mengandalkan aktivitas intensif di sisi hulu, mulai dari pengeboran eksplorasi 20 sumur, pengeboran eksplorasi hingga 886 sumur, hingga pengembangan sembilan wilayah kerja baru.

Perusahaan pelat merah itu juga mencatat temuan cadangan mencapai 1 miliar barel, meski masih memerlukan tahap pengembangan lanjutan.

Namun, tantangan utama berasal dari karakteristik lapangan yang sudah menua. Edi mengakui tingkat penurunan produksi atau decline rate cukup curam, seiring meningkatnya kadar air di reservoir yang mempercepat penurunan produksi minyak.

“Kita sadari decline rate dari eksisting produksi cukup curam karena lapangan kita adalah lapangan tua,” ujar Edi.

Sebagai respons, PHE mendorong berbagai strategi peningkatan produksi seperti enhanced oil recovery (EOR), termasuk implementasi penuh di Minas serta pengembangan lanjutan steam flood di Duri. Selain itu, proyek besar seperti Masela juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah.

"Jadi kalau kita semua bisa lakukan harapannya tercapai produksi kita kisaran di 595.000 barel dan 2,8 BSCFD. Jadi kita bisa menjaga performa itu," ucap Edi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Militer AS: Siap Melanjutkan Operasi Militer terhadap Iran Kapan Saja
• 16 jam laluerabaru.net
thumb
Uang Negara Rp11,3 Triliun Berhasil Diselamatkan, Purbaya Sebut Bisa Tekan Defisit
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Presiden Prabowo Apresiasi Burhan, Pengucap Pembukaan UUD 1945 Murid SDN 1 Centre Pattallassang Takalar
• 12 jam laluharianfajar
thumb
7 Tahun Disimpan, Inocent Purwanto Akhirnya Rilis Single Sirna
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pram di Perayaan Paskah: Saya Gubernur Semua Agama, Semua Kelompok
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.