Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, mengeluarkan pernyataan keras terhadap Israel yang membuat Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu murka.
Dalam cuitannya di X, Asif menyebut Israel sebagai "negara kanker" dan "kutukan bagi umat manusia". Dia juga mendoakan agar pendiri negara Israel "hangus terbakar di neraka".
Mengutip Anadolu, Jumat (10/4), pernyataan Asif sebagai respons atas serangan terbesar Israel yang dilakukan terhadap Lebanon pada Rabu (8/4) yang menewaskan 303 orang dan melukai ratusan orang lainnya. Serangan brutal ini mendapat kecaman global.
Berikut ini cuitan Asif:
Israel adalah kejahatan dan kutukan bagi umat manusia. Sementara perundingan perdamaian sedang berlangsung di Islamabad, genosida sedang dilakukan di Lebanon. Warga sipil tak berdosa dibunuh oleh Israel — pertama Gaza, kemudian Iran, dan sekarang Lebanon. Pembantaian ini terus berlanjut tanpa henti.
Saya berharap dan berdoa agar orang-orang yang menciptakan negara kanker ini di tanah Palestina — untuk menyingkirkan orang-orang Yahudi Eropa — itu hangus terbakar di neraka.
Mendengar kecaman Asif, kantor Netanyahu murka. Kantor Netanyahu menyatakan bahwa pernyataan Asif merupakan ajakan untuk menghancurkan Israel.
“Ajakan Menteri Pertahanan Pakistan untuk memusnahkan Israel adalah hal yang sangat keterlaluan,” ujar mereka.
“Ini bukan pernyataan yang bisa ditoleransi dari pemerintah mana pun, apalagi dari sebuah pemerintah yang mengeklaim dirinya sebagai mediator netral untuk perdamaian,” tambahnya.
Terkait Gencatan Senjata 2 MingguPerang retorika itu terjadi di tengah meningkatnya serangan Israel ke Lebanon, meski upaya diplomatik masih terus berlangsung. Situasi ini berkaitan dengan gencatan senjata dua minggu yang diumumkan pada Selasa (7/4) oleh Amerika Serikat dan Iran, dengan mediasi Pakistan.
Namun, terdapat perbedaan klaim. Pakistan dan Teheran menyebut gencatan senjata tersebut juga mencakup Lebanon, sementara Washington dan Tel Aviv membantahnya.
Sejak Rabu, militer Israel meningkatkan serangan di berbagai wilayah Lebanon. Menurut Pertahanan Sipil Lebanon, sedikitnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya terluka.
Secara keseluruhan, sejak ofensif diperluas pada 2 Maret, serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan 1.888 orang dan melukai 6.092 lainnya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon.





