Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, menyambut baik tercapainya gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat, Israel, dengan Iran.
Dia berharap kesepakatan itu tak berhenti sebagai langkah sementara, melainkan dapat berlanjut menjadi perdamaian yang permanen.
“Kita menyambut baik gencatan senjata ini dan berharap dapat terus berlanjut secara permanen. Dunia membutuhkan stabilitas, dan yang lebih penting adalah tidak ada lagi negara yang melakukan agresi terhadap negara lain,” ujar Sukamta dalam keterangannya, Jumat (10/4).
“Gencatan senjata ini adalah langkah positif, namun harus diiringi komitmen semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan, termasuk dalam bentuk tekanan ekonomi dan energi yang dapat merugikan masyarakat global,” lanjutnya.
Sukamta menyoroti catatan dari sejumlah gencatan senjata sebelumnya yang melibatkan Israel. Ia menyebut, pelanggaran kesepakatan kerap terjadi, baik dalam konflik di Palestina maupun Lebanon.
Terbaru, ia menyinggung adanya korban jiwa akibat agresi Israel di Lebanon pada Rabu (7/4), di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
“Ini menjadi catatan penting bagi kita bahwa Israel sering tidak komitmen dengan kesepakatan yang telah dibuat. Ini bahaya bagi perwujudan perdamaian kawasan. Pihak-pihak terkait khususnya Presiden Trump harus memastikan Israel untuk menahan diri dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata,” tegasnya.
Sukamta menilai, pola konflik global saat ini tidak lagi semata bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga melibatkan tekanan sistemik pada sektor energi dan ekonomi. Dalam konteks ini, kawasan strategis seperti Selat Hormuz menjadi sangat krusial terhadap stabilitas dunia.
Sebagai negara yang terdampak oleh dinamika global, Indonesia disebut memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas internasional. Sukamta mendorong pemerintah untuk terus mengedepankan diplomasi aktif dan memainkan peran strategis dalam menjaga perdamaian dunia.
“Pentingnya peran Indonesia di forum internasional seperti ASEAN, Organisation of Islamic Cooperation, dan United Nations untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai serta menolak segala bentuk agresi antarnegara,” ungkapnya.
Politikus PKS ini berharap momentum gencatan senjata ini dapat menjadi pintu masuk bagi penyelesaian konflik yang lebih luas, termasuk mendorong kemerdekaan Palestina.
“Kita berharap gencatan senjata ini tidak hanya menghentikan eskalasi sementara, tetapi menjadi langkah awal menuju solusi yang adil dan permanen, termasuk kemerdekaan bagi Palestina sebagai negara yang berdaulat,” tegasnya.
Sukamta mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, khususnya di sektor energi dan ekonomi, agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak global.
“Harapan kita sederhana namun mendasar gencatan senjata ini dapat berjalan permanen, tidak ada lagi agresi antarnegara, dan hak-hak bangsa Palestina dapat terpenuhi dalam bentuk kemerdekaan yang sah dan diakui dunia,” kata dia.





