Wacana Moratorium PMI ke Timur Tengah, Pemerintah Perlu Siapkan Alternatif Negara Lebih Aman

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Komisi IX DPR RI menyoroti rencana pemerintah untuk melakukan moratorium pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke wilayah konflik di Timur Tengah. 

Wacana Moratorium PMI ke Timur Tengah, Pemerintah Perlu Siapkan Alternatif Negara Lebih Aman. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Komisi IX DPR RI menyoroti rencana pemerintah untuk melakukan moratorium pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke wilayah konflik di Timur Tengah. 

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menilai kebijakan itu perlu dipertimbangkan secara matang dan terukur. Sebab, perlindungan terhadap PMI harus menjadi prioritas utama, terutama dalam situasi geopolitik yang tidak menentu.

Baca Juga:
Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta, Jadi Alasan Sembilan Pekerja Migran Indonesia Nekat Terbang ke Kamboja

“Keselamatan pekerja migran harus menjadi pertimbangan utama. Dalam situasi konflik, risiko yang dihadapi tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Namun, Netty menekankan kebijakan moratorium perlu disertai dengan langkah mitigasi yang komprehensif agar tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi para calon pekerja migran.

Baca Juga:
Pos Indonesia Kini Layanani Kargo Internasional untuk Jamaah Haji-Umrah dan Pekerja Migran

“Jika moratorium diberlakukan, pemerintah perlu menyiapkan alternatif penempatan di negara yang lebih aman, sehingga peluang kerja bagi masyarakat tetap terbuka,” kata dia.

Baca Juga:
Antisipasi Virus Nipah, Singapura Lakukan Skrining Kesehatan Pekerja Migran dari Bengal Barat

Netty juga menyoroti pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi kemungkinan eskalasi konflik, termasuk dalam hal evakuasi dan perlindungan bagi PMI yang saat ini masih berada di kawasan Timur Tengah.

“Langkah evakuasi, pendampingan, serta layanan psikologis bagi PMI harus dipastikan berjalan optimal dan mudah diakses,” ujar dia.

“Kementerian P2MI perlu terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta melibatkan DPR dalam setiap pengambilan kebijakan strategis agar keputusan yang diambil benar-benar komprehensif,” ujarnya.

Netty berharap setiap kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan keseimbangan antara aspek perlindungan dan keberlanjutan ekonomi para pekerja migran.

“Kita ingin memastikan bahwa negara hadir melindungi pekerja migran, sekaligus tetap membuka peluang kesejahteraan bagi mereka secara berkelanjutan,” katanya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disney Bakal PHK 1.000 Karyawan, Pangkas Divisi Pemasaran
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Wapres Gibran Desak Hakim Ad-Hoc Berintegritas di Sidang Andrie Yunus
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Calon Pemain Naturalisasi Luke Vickery Pasang Target Tinggi: Bawa Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 11 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Wilayah, Komisariat dan Pengurus Cabang IKA UNAIR
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.