Minta Audiensi dengan DPR RI, Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji: Kesulitan Pasokan Gabah

tvonenews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Proyek pembangunan yang mengikis ribuan hektar lahan pertanian di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, turut menggerus nasib pekerja penggilingan padi.

Mereka harus rela kehilangan mata pencaharian karena pabrik yang selama ini menyerap gabah petani tak lagi beroperasi setelah kekurangan pasokan.

Seperti menimpa para pekerja PT Mentari Kharisma Utama. Sejak 2024, sekitar 500 orang terpaksa dirumahkan dari sentra penggilingan modern yang berdiri sejak 2007 itu.

"Karena kesulitan pasokan (gabah). Bisa kita lihat itu lahan pertanian diurug, saluran irigasi ditutup, ya otomatis sawah-sawah rusak gak layak digarap," kata Ketua Paguyuban Penggilingan Padi Pakuhaji Yulianto, kepada wartawan, Kamis (9/4).

Dia menjelaskan, selama ini hubungan sentra penggilingan padi tempatnya bekerja dengan petani sekitar saling menguntungkan. 

Perusahaan, tuturnya, sedari dulu memberikan pembinaan dan pendampingan tentang penerapan sistem pertanian terhadap petani selaku pemasok gabah. 

Pendampingan itu mulai dari pengelolaan lahan hingga metode dan praktik pertanian secara baik dan berkelanjutan.

"Tapi dengan kondisi sekarang ini semua kena dampaknya, ya para petani termasuk kami para pekerja jadi korban," jelasnya.

Yulianto menyampaikan, kini kehidupan petani dan pekerja yang terdampak, khususnya di Desa Laksana, Kali Baru, Kohod dan Salembaran Jaya sedang terkatung-katung. 

Sebagian besar mereka menganggur. Sebagian lagi petani yang punya sawah menjual tanah dengan harga murah.

“Sudah tidak ada pilihan, punya sawah tapi rusak buat apa? Cari kerja juga susah,” keluhnya.

Untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi, para pekerja yang tergabung dalam Paguyupan Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji mengirim surat permohonan audiensi ke Ketua Komisi IV DPR RI.

Yulianto menyampaikan, surat tersebut telah diterima pihak terkait serta tinggal menunggu jadwal pertemuan.

“Kami ingin menyampaikan aspirasi, memohon perhatian, perlindungan, juga solusi atas masalah yang kami hadapi,” ungkapnya.

Dia berharap, dengan adanya perhatian DPR RI area lahan dipulihkan fungsinya sebagai lahan produktif untuk pertanian.

Pihaknya juga meminta saluran irigasi dibuka dan direvitalisasi sehingga aktivitas pertanian dan penggilingan kembali berjalan normal.

“Kalau bisa, kami juga mohon dan berharap Komisi IV nantinya bisa meninjau langsung ke lokasi persawahan dan penggilingan, utamanya di Desa Kohod, Laksana, Kalibaru dan Salembaran Jaya,” harapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian sebagai Dubes LBBP RI untuk Kesultanan Oman
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Lelang Frekuensi 5G Dikebut, Dinilai Jadi Penentu Kejar Ketertinggalan di ASEAN
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Nissa Sabyan Diduga Sudah Melahirkan, Benarkah?
• 20 jam laluintipseleb.com
thumb
Bareskrim Tahan Eks Direktur PT DSI Tersangka Penipuan-TPPU
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mencatat Pengeluaran
• 16 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.