Bisnis.com, JAKARTA — Masa depan pembalap Tim F1 Red Bull Racing, Max Verstappen, kembali menjadi perbincangan di paddock Formula 1 setelah sejumlah komentar terbarunya memicu spekulasi soal kemungkinan hengkang atau bahkan pensiun dari ajang tersebut.
Spekulasi semakin menguat di tengah dinamika internal Red Bull serta kabar perpindahan sejumlah figur penting di sekitar Verstappen, termasuk race engineer kepercayaannya, Gianpiero Lambiase.
Lambiase telah menjadi race engineer Verstappen sejak 2016 dan dikenal sebagai salah satu kemitraan paling kuat antara pembalap dan insinyur di Formula 1. Hubungan kerja keduanya bahkan kerap disebut sebagai faktor penting di balik keberhasilan Verstappen meraih beberapa gelar juara dunia.
Dalam wawancara dengan wawancara akhir musim 2021 dengan penyiar Belanda Ziggo Sport, Verstappen yang baru saja memenangkan gelar dunia pertamanya bersama Red Bull Racing secara terbuka menyatakan betapa pentingnya peran Lambiase dalam kariernya. '
Ia bahkan pernah mengatakan bahwa dirinya hanya ingin bekerja dengan insinyur tersebut.
“Aku bilang padanya bahwa aku hanya bekerja dengannya. Begitu dia berhenti, aku juga akan berhenti," ujar Verstappen.
“Tentu saja, terkadang kami bisa sangat ketat satu sama lain, tapi itulah yang kuinginkan. Dia harus memberitahuku ketika aku bertindak bodoh, dan aku juga harus memberitahunya.”
Pernyataan itu kembali mendapat sorotan karena munculnya spekulasi bahwa jika Lambiase berpindah tim, Verstappen mungkin akan mempertimbangkan langkah serupa, bahkan membuka kemungkinan mengikuti sang engineer ke tim lain seperti McLaren.
Selain faktor internal tim, Verstappen juga sempat melontarkan kritik tajam terhadap arah perkembangan Formula 1, khususnya terkait mobil generasi baru dan perubahan regulasi mesin pada musim 2026.
Ia menilai format baru tersebut membuat pengalaman membalap menjadi kurang menyenangkan. Verstappen bahkan menyebut pendekatan baru itu terasa seperti “anti-racing” dan mirip “Formula E on steroids”.
Dalam kesempatan lain, ia juga mengakui bahwa menjadi pembalap terasa tidak alami ketika ia tidak menikmati keseluruhan konsep balapan yang dijalani.
“Ketika Anda berada di posisi tujuh atau delapan dan tidak menikmati seluruh formatnya, itu tidak terasa alami bagi seorang pembalap,” ujar Verstappen.
Komentar tersebut memicu spekulasi baru bahwa juara dunia tersebut dapat mempertimbangkan masa depannya di Formula 1 jika kondisi tersebut terus berlanjut.
Sejumlah pengamat menilai masa depan Verstappen kini menjadi salah satu isu terbesar di Formula 1, terutama setelah ia beberapa kali menyinggung kemungkinan tidak membalap terlalu lama di ajang tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Verstappen maupun Red Bull terkait kemungkinan kepindahan tim atau rencana pensiun dalam waktu dekat.
Dengan perubahan besar yang terjadi di dalam dan di luar Red Bull, dinamika hubungan Verstappen dengan tim serta orang-orang terdekatnya diperkirakan akan menjadi salah satu cerita utama dalam perkembangan Formula 1 beberapa musim ke depan.





