KOMPAS.TV - Menyusul serangan militer Israel terhadap kelompok militan Hizbullah di Lebanon, media pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa otoritas Iran dikabarkan kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu (8/04/2026) lalu. Penutupan ini terjadi sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.
Situasi ini membuat jalur strategis pengiriman minyak dunia kembali macet dan memicu ketegangan baru di kawasan.
Gedung Putih merespons laporan media yang menyebut Iran kembali menutup Selat Hormuz. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan penutupan Selat Hormuz tidak bisa diterima.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, memastikan jalur strategis Selat Hormuz masih dapat dilalui. Meski demikian, kapal sipil tetap harus berkoordinasi dengan otoritas Iran demi keamanan.
Hal itu karena Iran mengakui telah menempatkan ranjau laut sebagai bagian dari strategi perang.
Baca Juga: Islamabad Mulai Dijaga Ketat Jelang Perundingan Amerika Serikat-Iran, Wapres AS Hadir?
#iran #israel #lebanon #selathormuz
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Penulis : Tesalonika-Ajeng
Sumber : Kompas TV
- iran
- israel
- selat hormuz
- lebanon
- noads





