Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Palembang
Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan resmi meluncurkan proyek pembangunan Pelabuhan Palembang Baru (New Palembang Port) di kawasan Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Kamis, 9 April 2026.
Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya kesiapan pembangunan pelabuhan yang diharapkan memperkuat konektivitas serta sistem logistik nasional, khususnya di wilayah Sumatra bagian selatan.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis dalam mendukung agenda besar pembangunan nasional. Selain meningkatkan efisiensi logistik, pelabuhan tersebut juga diharapkan mampu mendorong daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.
“Hari ini kita memasuki tahap baru melalui peluncuran proyek Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat. Proyek ini memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing ekonomi nasional,”kata Menhub Dudy dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2026.
Ia menjelaskan, Provinsi Sumatra Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang besar, seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet. Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan infrastruktur logistik yang memadai agar distribusi barang dapat berjalan lebih lancar dan memberikan nilai tambah yang optimal.
Saat ini, aktivitas logistik di wilayah tersebut masih bergantung pada Pelabuhan Boom Baru yang dinilai memiliki sejumlah keterbatasan. Di antaranya adalah kapasitas lahan yang terbatas serta kedalaman alur pelayaran yang belum mampu menampung kapal berukuran besar.
Selain itu, tingginya lalu lintas kendaraan bertonase besar menuju pelabuhan turut memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat dirancang sebagai simpul logistik modern yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi. Keberadaan pelabuhan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang sekaligus memperkuat jaringan logistik nasional.
Peluncuran proyek ini juga merupakan tindak lanjut dari penyerahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas 59,5 hektare oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan kepada Kementerian Perhubungan. Selain itu, disepakati pula rencana hibah kawasan Mozaik 5 dan Mozaik 6 sebagai area pendukung pengembangan pelabuhan.
Menhub menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan harus dikawal bersama dengan prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat. Ia menekankan bahwa proyek ini tidak hanya ditargetkan selesai secara fisik, tetapi juga harus mampu beroperasi optimal serta memberikan dampak nyata bagi kelancaran arus barang dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pembangunan Pelabuhan Palembang Baru dapat berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.
Editor: Redaksi TVRINews





