Bisnis.com, JAKARTA - Atlet panjat tebing putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berhasil meraih gelar juara pada ajang World Climbing Asia Championship 2026 nomor speed yang berlangsung di Meishan, China, Kamis (9/4/2026).
Gelar tersebut diraihnya setelah Desak Made menundukkan atlet tuan rumah, China, Zhou Yafei, pada partai final. Kemenangan ini mengantarkannya berdiri di podium tertinggi, membawa pulang medali emas, sekaligus mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Negeri Tirai Bambu
"Pada babak big final, Desak menumbangkan wakil tuan rumah, Zhou Yafei, dengan catatan waktu tajam 6,078 detik," tulis Federasi Panjat Tebing Indonesia di laman resminya, dikutip, Jumat, (10/4/2026).
Waktu yang dibukukan Desak Made tersebut lebih cepat dibandingkan Zhou yang mencatatkan 6,47 detik. Raihan 6,08 detik ini juga sekaligus mengukuhkan kembali Desak Made sebagai pemegang rekor Asia.
Ini bukan kali pertama ia memecahkan rekor Asia di ajang ini. Pada babak semifinal, Desak Made lebih dulu mencatatkan waktu 6,15 detik, melampaui rekor sebelumnya milik Deng Lijuan yang berada di angka 6,18 detik.
Selain memastikan posisi puncak podium, hasil tersebut juga otomatis mengamankan satu tiket bagi Desak untuk tampil di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Baca Juga
- IFSC World Cup Bali 2025, Pelatih Panjat Tebing Buka Suara Soal Torehan Veddriq Cs
- Bangga! Atlet Panjat Tebing Indonesia Kiromal Katibin Duduki Ranking 1 Dunia
- Indonesia Kembali Terpilih Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Panjat Tebing 2025
Sepanjang turnamen ini, Desak Made memang tampil konsisten dan melaju tanpa hambatan berarti. Namun, di balik pencapaian gemilang ini, dia telah melalui perjalanan panjang dan tidak mudah dalam kariernya di dunia panjat tebing.
Perjalanan Karier
Mengutip laman resmi NOC, Desak Made Rita Kusuma Dewi merupakan atlet panjat tebing kelahiran 2001. Namanya mulai dikenal luas setelah meraih medali emas nomor speed putri serta medali perak nomor speed relay putri pada Asian Games 2022 Hangzhou.
Dia juga berhasil mengamankan tiket tampil di Olimpiade Paris 2024 usai keluar sebagai juara pada ajang Piala Dunia Panjat Tebing di Swiss.
Namun jauh sebelum itu, bakatnya sudah terlihat sejak usia dini, tepatnya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Ketertarikannya pada panjat tebing bermula ketika ia diajak menyaksikan aktivitas panjat dinding di Taman Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng.
Berdasarkan laman resmi World Climbing, karier profesional Desak Made dimulai pada usia 17 tahun, yakni pada 2018. Saat itu, dia tampil mewakili Indonesia dalam ajang Kejuaraan Panjat Tebing Junior.
Setelah itu, Desak berhasil mempersembahkan medali emas pada PON 2021 di Papua. Pencapaian tersebut menjadi titik awal lonjakan kariernya, termasuk hingga memastikan diri lolos ke Olimpiade Paris 2024.
Kegemilangan atlet asal Jembrana, Bali, ini juga terlihat dari perolehan rankingnya yang cukup konsisten dari tahun ke tahun di ajang IFSC Climbing World Cup nomor speed. Dia memulai dari peringkat 10 pada 2021, bertahan di posisi yang sama pada 2022, lalu meningkat ke peringkat 4 pada 2023. Pada IFSC Climbing World Cup 2024, performanya sempat menurun hingga berada di posisi 69, sebelum kembali bangkit dan finis di peringkat 3 pada edisi 2025.
1775795040_4d040a06-1ee8-44e5-8d6b-b4a8777740c8.
(Sumber gambar: Dok Federasi Panjat Tebing Indonesia)




