KOMPAS.TV - Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dinilai tidak terlepas dari tarik-menarik kepentingan global, serta dinamika aktor regional yang berpotensi mengganggu stabilitas kesepakatan tersebut.
Mantan Atase Pertahanan RI untuk Iran, Budi Pramono, menilai proses gencatan senjata mencerminkan manuver taktis kedua pihak.
Sedangkan, Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas menilai konflik ini berpotensi melahirkan tatanan baru di Timur Tengah.
Sementara itu, pengamat Timur Tengah, Mahfuz Sidik, menilai Israel merupakan aktor yang paling berkepentingan dalam mempertahankan eskalasi konflik.
“Israel sepanjang target-target dan kepentingan besarnya tidak tercapai, dia pasti akan mensabotase semua proses negosiasi ini,” kata Mahfuz Sidik dalam program BOLA LIAR, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Selat Hormuz Jadi Kunci Negosiasi AS-Iran, Akankah Damai Tercapai? | BOLA LIAR
Penulis : Dian-Septina
Sumber : Kompas TV
- as vs iran
- gencatan senjata
- amerika serikat
- iran
- presiden as trump
- trump





