Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan semua rumah sakit umum daerah (RSUD) di Ibu Kota sudah dilengkapi dengan ruang isolasi untuk menangani beberapa penyakit menular, termasuk campak. Penyediaan ruang isolasi itu merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam prosedur Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) campak di fasilitas pelayanan kesehatan.
"Untuk fasilitas kesehatan kewaspadaan terhadap campak termasuk kesiapan prosedur PPI sudah memiliki bahkan termasuk di RSUD sudah ada ruang isolasi untuk beberapa penyakit menular termasuk campak," Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni dikutip dari Antara, Jumat, 10 April 2026.
Kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang dilakukan termasuk skrining gejala campak seperti demam, ruam merah, batuk, pilek, dan mata merah.
Apabila terdeteksi, maka petugas kesehatan akan melakukan tata laksana suspek campak termasuk manajemen kontak dan tracing.
Baca Juga :
BPOM Sebut Perluasan Penggunaan Vaksin Campak Perkuat Pengendalian KLB 2026Sebanyak 1.236 kasus terduga campak terdeteksi di seluruh wilayah DKI Jakarta sejak awal tahun. Kasus tertinggi di Jakarta Barat (398 kasus).
Ilustrasi campak. Foto: Freepik.
Selanjutnyam, Jakarta Pusat (276 kasus), Jakarta Selatan (226 kasus), Jakarta Utara (179 kasus), Jakarta Timur (155 kasus), dan Kepulauan Seribu (2 kasus).
Pemprov DKI Jakarta mengadakan kegiatan imunisasi kejar serentak (IKS) campak serentak pada bulan Maret 2026. Kegiatan tersebut menjangkau kelompok anak berusia 9-59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi.
IKS 2026 campak diadakan karena kasus campak masih ditemukan dan status imunisasi anak di Jakarta menunjukkan masih ada anak yang belum diimunisasi secara lengkap.




