KDM Soroti Dugaan Kelalaian Insiden Bayi Nyaris Dibawa Orang di RSHS Bandung

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Kasus bayi nyaris dibawa orang tak dikenal di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, yang menimpa Nina Saleha, mendapat perhatian khusus dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pria yang akrab disapa KDM tersebut langsung turun tangan merespons dan memberikan bantuan kepada Nina dan bayinya yang baru lahir.

Dalam video yang diunggah di akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (9/4), KDM menyampaikan keprihatinannya sekaligus menyoroti dugaan kelalaian dalam pelayanan kesehatan yang menimpa Nina dan bayinya.

“Yang penting yang pertama itu adalah tindakan yang ceroboh yang dilakukan oleh perawat, dan nanti saya tanya ke manajemen apa tindakan yang dilakukan oleh manajemen. Tapi saya dengar bahwa sudah diberikan sanksi, tapi tidak tahu sanksinya apa,” ujar KDM dalam video tersebut.

Selain itu, KDM juga menyampaikan empati dan dukungannya kepada Nina Saleha yang baru saja melewati masa sulit setelah proses kelahiran sang bayi.

“Yang kedua, saya mengucapkan selamat atas kelahiran anak teteh, kemudian selamat sudah melewati masa yang berat dalam hidup, yaitu anaknya sempat dibawa orang,” lanjutnya dalam percakapan telepon dengan Nina.

Beri Bantuan Pasca Persalinan Rp 10 Juta

Sebagai bentuk kepedulian, KDM juga memberikan bantuan finansial untuk membantu kebutuhan pasca persalinan Nina dan sang bayi.

“Yang ketiganya, ini bentuk karena teteh mengalami kesulitan waktu kelahiran, saya nanti titip buat beli popok anak teteh, buat beli gizi dan pemulihan kesehatan teteh ya. Saya nanti (kasih) ke teteh Rp 10 juta ya,” katanya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban Nina Saleha sekaligus bentuk perhatian dari pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan, khususnya dalam pelayanan kesehatan.

Sekilas Kasus

Seorang ibu bernama Nina Saleha mengungkap peristiwa mengejutkan yang dialaminya saat mendampingi bayinya yang baru lahir, menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Rabu (8/4). Ia menyebut bayinya nyaris dibawa oleh orang tak dikenal.

Nina menceritakan, kejadian bermula saat dirinya menunggu pemeriksaan dokter anak yang tak kunjung datang. Bayinya saat itu masih berada di ruang perawatan RS.

Di sela menunggu, ia sempat berinteraksi dengan seorang perempuan lain yang berada di lokasi yang sama.

"Saya tanya, ‘mau ngapain ke sini? Mau pulang atau nengok?’ Dia bilang mau pulang,” ujar Nina saat dihubungi wartawan, Kamis (9/4).

Tak lama kemudian, dokter anak datang dan memanggil pasien lain terlebih dahulu. Nina pun masih menunggu giliran sambil memperhatikan aktivitas di sekitar ruang perawatan.

Beberapa saat kemudian, situasi menjadi sibuk karena ada pasien bayi lain yang mengalami kondisi darurat.

Nina sempat turun ke bawah bersama suaminya untuk makan. Namun, ia mengaku memiliki firasat tidak enak dan memutuskan kembali ke ruangan.

“Pas saya kembali ke atas, ternyata anak saya sudah dipegang oleh perempuan itu. Saya tanya, ‘Teh, pulang?’ Dia bilang, iya. Pas saya perhatikan baju, selimut, dan wajahnya, itu anak saya,” katanya.

Nina langsung mempertanyakan mengapa bayinya berada di tangan perempuan tersebut.

“Saya bilang, ‘ini anak saya. Saya yang memandikan, saya yang tahu bajunya.’ Saya tanya, ‘memangnya Teteh tidak tahu wajah anaknya sendiri?’” lanjut Nina.

Nina juga mendapati gelang identitas bayinya sudah tidak ada.

“Pas dilihat, gelang namanya sudah tidak ada. Katanya gelangnya sudah digunting oleh suster,” ungkapnya.

Merasa panik, Nina langsung berteriak meminta bantuan. “Saya teriak, ‘Sus, Sus, itu anak saya mau dibawa pergi!’”

Tak lama kemudian, suaminya datang dan situasi menjadi tegang. Menurut Nina, pihak perawat hanya menyampaikan permintaan maaf.

“Susternya bilang, ‘Iya, Bu, maaf. Tadi saya panggil-panggil nama Ibu Nina Saleha tidak ada, jadi saya serahkan.’ Lah, kenapa bisa? Kok bisa dikasihkan?” kata Nina dengan nada heran.

Nina menjelaskan, bayinya yang baru berusia sekitar satu minggu sebelumnya dirawat karena penyakit kuning dan sempat masuk ruang ICU setelah dirujuk ke rumah sakit tersebut.

Ia juga menegaskan tidak mengenal perempuan yang sempat membawa bayinya.

“Tidak kenal, hanya sempat berbicara sebentar saja,” ujarnya.

Perempuan tersebut mengaku keluarga pasien lain dan hendak pulang dari rumah sakit. Namun, sikapnya dinilai mencurigakan.

RSHS Minta Maaf

Sebelumnya manajemen RSHS telah menyampaikan permohonan maaf dan memastikan akan melakukan evaluasi serta perbaikan layanan pasca kejadian tersebut.

"Sehubungan dengan adanya pemberitaan di media sosial TikTok pada tanggal 8 April 2026 terkait dengan pelayanan kesehatan pada bayi dari Ibu Nina Saleha, maka segenap manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan peristiwa yang dialami oleh anak Ibu Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Hasan Sadikin," demikian pernyataan manajemen yang diterima kumparan, Kamis (9/4).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Preman yang Pecahkan Mangkuk Tukang Bakso di Tanah Abang Ditangkap, Positif Pakai Sabu
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Sinopsis Drama China Born With Luck, Misi Berbahaya Wang Xiao Bongkar Dalang Pembunuhan
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Pendiri Sekaligus Mantan Direktur PT DSI Akhirnya Masuk Rutan Usai Dicecar 50 Pertanyaan oleh Penyidik
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Tekad PSM Keluar dari Situasi Sulit di Bantul
• 21 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Weda Bay Nickel Raih Sertifikasi ISO 14001 dan 45001 Perkuat ESG
• 18 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.