JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengatakan bahwa pembelian 20 ribu motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak ada konsultasi dengan DPR RI.
Ia menekankan jika BGN konsultasi ke pihaknya, maka DPR RI akan menolaknya.
BACA JUGA:Senin Depan, BGN dan Komisi IX Gelar Rapat Dengar Pendapat Terkait Motor Listrik
BACA JUGA:Di Luar Dugaan, Purbaya Malah Baru Tahu Ada Proyek 25 Ribu Motor Listrik BGN
"Nggak ada (konsultasi), karena kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak. Seperti halnya dengan Pak Purbaya, Pak Menkeu (Menteri Keuangan) kan sudah menolak pengadaan motor ini tahun 2025, tapi ternyata tetap diadakan dan barangnya sudah hadir di Indonesia," kata Charles kepada wartawan, Jumat, 10 April 2026.
"Yang lucu lagi, tadi pagi saya sempat menonton video salah satu media, bahkan kantornya saja belum jadi, kantor distributor dari motor ini belum jadi, dan ternyata di dalam sudah dipersiapkan akan ada satu SPPG yang akan beroperasi di sana," sambungnya.
Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan harganya sangat tidak lazim.
"Kalau kita lihat di internet harga retail dari moto-motor listrik yang sudah di produksi di Indonesia dengan suku cadang yang sudah tersebar luas ya harganya gak sampai segitu, bahkan 20 sekian juta sudah bisa mendapatkan motor," imbuhnya.
BACA JUGA:Kepala BGN Spill Harga Motor Listrik Kepala SPPG: Rp42 Juta, Lebih Murah dari Pasaran
Oleh karena itu, kata Charles, Komisi IX DPR RI bakal memanggil BGN untuk membahas perihal pengadaan puluhan ribu unit sepeda motor ini. Komisinya telah menjadwalkan rapat tersebut pada Senin, 13 April 2026.
"Hari Senin besok kami akan mengundang BGN bersama dengan beberapa instansi lain, khusus membahas tata kelola program MBG. Ya nanti kami akan sampaikan di hari Senin," tegasnya.
Dibeli dengan Harga 42 JutaKepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa pembelian motor listrik itu sudah masuk dalam anggaran 2025.
Dadan menjelaskan bahwa pihaknya hanya bisa merealisasikan sebanyak 21.800 motor dari target 24.400.
"Ya motor listrik kan sudah ada dalam perencanaan 2025, masuk dalam anggaran 2025 dan realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025," kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 8 April 2026.
Ia mengklaim jika pihaknya membeli motor tersebut dengan harga satuan dibawah pasaran yaitu Rp42 Juta.
- 1
- 2
- »





