JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan, pelaksanaan hari pertama work from home (WFH) untuk aparatur sipil negara (ASN) efektif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
"Ya, tadi saya memonitor WFH di pusat-pusat pemerintahan, ya menjadi memang, kendaraan menjadi lancar, tidak ada penumpukan dan kemacetan yang memakan BBM jumlah besar-besar. Artinya, WFH itu efektif untuk mengurangi konsumsi BBM,” ujar Cak Imin saat memberikan keterangan usai acara Halal Bihalal dan Penghargaan Kaderisasi di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, ke depan, pemerintah perlu mencari cara agar WFH bisa tetap menghasilkan kerja yang produktif.
Baca juga: ASN Bekasi Terkendala Internet Saat WFH: Jaringan WiFi Suka Putus-putus
“Tinggal sekarang WFH yang sudah diputuskan itu bagaimana kontrol tingkat produktivitasnya,” imbuh Cak Imin.
“Supaya para pegawai dan semua pihak yang memilih WFH itu tetap terjaga produktivitasnya,” lanjutnya.
Cak Imin menegaskan, pelaksanaan WFH tidak mengganggu pelayanan publik.
Pasalnya, ASN yang bersinggungan langsung dalam fungsi ini bekerja seperti biasa, tidak ikut WFH.
Baca juga: ASN Bekasi Rasakan Manfaat WFH, Pengeluaran Makan dan Bensin Bikin Hemat
“Kepada pegawai ataupun ASN dalam pelayanan publik tidak ada WFH. Tetap kerja sesuai dengan pelayanan publik,” katanya lagi.
Imbauan WFH ASNKerja dari rumah atau work from home (WFH) sehari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) resmi berlaku mulai Jumat (10/4/2026).
Kebijakan kerja fleksibel ini baru berlaku, mengingat pada Jumat (3/4/2026) merupakan tanggal merah untuk memperingati wafatnya Isa Almasih.
Penerapan WFH bagi ASN setiap Jumat ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk berhemat atau efisiensi, khususnya terkait energi usai pecahnya konflik di Timur Tengah.
Baca juga: Beda WFH ASN dengan Swasta yang Diberlakukan Pemerintah
"WFH bagi ASN di instansi pusat dan daerah yang dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan kebijakan tersebut, Selasa (31/3/2026).
Dia menuturkan, kebijakan kerja empat hari dalam seminggu juga sudah pernah diterapkan di sejumlah kementerian/lembaga pada masa pandemi Covid-19 lalu.
Airlangga pun menegaskan bahwa pelayanan publik akan terus berjalan meski ada kebijakan WFH setiap hari Jumat.
"Pelayanan publik tetap berjalan dan kegiatan produktif termasuk perbankan, pasar modal, dan yang lain tetap berjalan. Itu dipersilakan yang di kantornya mengatur dengan aplikasi tertentu," kata Airlangga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




