Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf mengajak pelaku usaha di sektor perikanan untuk menerapkan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina). Sistem ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing produk perikanan Indonesia sekaligus memperluas jangkauan pasar, khususnya di tingkat global.
Penerapan sistem tersebut juga sejalan dengan upaya pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan. Selain memastikan transparansi rantai pasok, Stelina turut mendorong pemanfaatan sumber daya perikanan yang tetap memperhatikan daya dukung ekosistem.
Advertisement
“Produk perikanan yang dibutuhkan saat ini bukan lagi sekadar produk yang berkualitas, tetapi juga yang berasal dari rantai pasok yang legal, transparan, tertelusur, serta menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial,” kata Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, di Jakarta, Jumat (10/4).
Menurutnya, tren pasar global menunjukkan konsumen semakin menaruh perhatian pada asal-usul produk perikanan yang mereka konsumsi. Informasi terkait metode penangkapan, praktik budi daya, hingga dampaknya terhadap lingkungan kini menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan produk. Karena itu, sistem ketertelusuran tidak lagi sekadar nilai tambah, tetapi telah menjadi kebutuhan pasar.




