Atasi Banjir Jakarta, Pram Genjot Pengerukan Titik Temu Sungai Ciliwung-Krukut

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung pengerukan Kali Kanal Banjir Barat di kawasan Kebon Melati, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).

Pram menyebut lokasi tersebut sangat strategis karena menjadi titik pertemuan antara Sungai Ciliwung dan Kali Krukut yang selama ini jarang dikeruk.

“Ini tempat yang sangat strategis untuk mengatasi salah satu persoalan banjir yang ada di Jakarta, karena di sinilah pertemuan antara Sungai Ciliwung dengan Kali Krukut, dan sudah cukup lama tidak dilakukan pengerukan,” ujar Pramono kepada wartawan di Kebon Melati, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).

Pram menargetkan pengerukan berlangsung selama satu tahun dengan total volume galian mencapai 178 ribu meter kubik dan panjang pengerjaan sekitar 3,8 kilometer.

Menurutnya, sedimentasi yang menumpuk selama bertahun-tahun telah mengurangi kapasitas aliran air.

Pram juga mengungkapkan, kondisi bantaran kali yang tidak terawat membuat sejumlah area dimanfaatkan warga menjadi tempat pemancingan hingga empang yang dinilai turut memperparah penyempitan aliran air.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, telah menugaskan Wali Kota Jakarta Pusat dan Dinas Sumber Daya Air untuk memastikan proyek ini berjalan tanpa hambatan.

“Ini program prioritas, nggak boleh gagal, nggak boleh mundur,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan, pengerukan ini akan terintegrasi dengan program normalisasi sungai, khususnya di Ciliwung dan Krukut. Dengan begitu, aliran air diharapkan bisa lebih cepat menuju laut sehingga potensi banjir dapat ditekan.

Pram menekankan, kawasan ini merupakan bagian penting dari sistem pengendalian banjir Jakarta, termasuk keterkaitannya dengan pintu air Manggarai yang menjadi pengatur utama aliran air.

“Kalau ini berhasil, turunnya air ke laut akan semakin cepat. Ini sangat vital,” ujarnya.

Meski demikian, Pramono mengakui bahwa faktor rob masih menjadi tantangan. Jika air laut pasang, aliran air dari darat tetap berpotensi terhambat.

Ke depan, Pemprov DKI akan memanfaatkan periode penurunan curah hujan untuk mempercepat pengerukan dan normalisasi sungai.

“Mulai pertengahan April ini curah hujan diprediksi menurun, maka kami akan berkonsentrasi untuk pengerukan dan normalisasi sungai-sungai di Jakarta,” terangnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Tuding Iran Kenakan Tarif Untuk Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Pimpinan DPRD Surabaya akan Gelar Rapat Cari Jalan Tengah Tagihan Rp104 M
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ketua Komisi VIII Kritik Wacana War Tiket Haji: Enak-enaknya Suruh Orang Berebut
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Berencana ke Rusia dalam Waktu Dekat
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Belum Lama Dijual, Xforce Sudah Disiapkan Produksinya di Malaysia
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.