Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat integrasi transportasi massal, salah satunya melalui pembangunan stasiun Commuter Line (KRL) di kawasan Jakarta International Stadium (JIS).
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan RI, PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta dukungan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pengelola kawasan.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menyampaikan bahwa penguatan dan integrasi transportasi publik menjadi fokus berkelanjutan Pemprov DKI Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Upaya tersebut terus diwujudkan melalui berbagai program strategis, termasuk peningkatan aksesibilitas kawasan JIS sebagai pusat aktivitas baru di Jakarta Utara.
Ia menjelaskan, stasiun KRL yang dibangun di sisi utara stadion akan memudahkan akses bagi masyarakat, khususnya dari arah Jakarta Kota dan Tanjung Priok, tanpa perlu berpindah moda transportasi.
“Keberadaan stasiun ini akan menjadi terobosan penting dalam mendukung operasional JIS secara menyeluruh,”ujar Iwan dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2026.
Lebih lanjut, Iwan menuturkan bahwa pembangunan stasiun ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini mengintegrasikan berbagai moda transportasi dengan ruang publik yang aktif dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, kawasan JIS diharapkan berkembang menjadi pusat kegiatan terpadu, mulai dari olahraga, hiburan, hingga aktivitas komunitas, yang didukung akses transportasi publik yang mudah dan nyaman.
Pembangunan stasiun KRL JIS ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Juni 2026. Kehadirannya diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran berbagai kegiatan berskala besar, seperti pertandingan sepak bola maupun konser internasional.
Menurut Iwan, kapasitas angkut KRL yang besar akan membantu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi tantangan utama di kawasan tersebut.
“KRL mampu mengangkut ribuan penonton secara efisien, terutama untuk acara dengan kapasitas hingga puluhan ribu orang, sehingga arus keluar-masuk dapat lebih terdistribusi,” jelasnya.
Selain itu, keberadaan stasiun ini diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga kemacetan di kawasan Jalan RE Martadinata dan sekitarnya saat acara besar dapat ditekan.
Secara keseluruhan, penguatan akses transportasi publik ini juga dinilai mendukung pemenuhan standar internasional JIS, termasuk persyaratan penyelenggaraan event global, serta membuka peluang lebih besar bagi stadion tersebut menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional.
Editor: Redaksi TVRINews





