Irjen Agus: Predictive Traffic Policing Jadi Kunci Kelancaran Mudik Lebaran

jpnn.com
2 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan pengelolaan arus kendaraan pada saat Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berdasarkan prediksi melainkan dengan parameter yang ada.

Agus menyebut penerapan predictive traffic policing hingga adaptive driver management menjadi salah satu kunci keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik 2026.

BACA JUGA: Survei KedaiKOPI: 84,1% Publik Puas terhadap Kinerja Polri Selama Mudik Lebaran

"Dengan predictive traffic policing, kami bisa menentukan kapan harus menerapkan contraflow, one way, hingga one way nasional. Semua berdasarkan parameter yang terukur, sehingga pergerakan kendaraan bisa diprioritaskan dengan baik,” kata Kakorlantas.

"Kai sudah menggunakan adaptive driver management termasuk juga kolaborasi dalam rangka bagaimana mengamankan di salah satu sektor contohnya di pelabuhan penyeberangan. Bagaimana kami merencanakan pengamanan di tol dengan parameter keputusan manajemen rekayasa lalu lintas baik itu arus mudik dan arus balik," sambungnya.

BACA JUGA: Ketupat Lodaya 2026: Persentase Kecelakaan Turun Signifikan

Perwira tinggi Polri itu mengatakan pelaksanaan mudik tahun ini tercatat terjadi peningkatan signifikan jumlah pemudik. Namun, berkat strategi tersebut, arus lalu lintas tetap terjaga lancar. Bahkan, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan.

“Alhamdulillah, angka fatalitas korban meninggal dunia secara nasional turun hingga 31 persen, dan peristiwa kecelakaan juga menurun. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan lalu lintas berjalan efektif,” ungkap dia.

BACA JUGA: Irjen Agus Raih Presisi Award dari Lemkapi, Kinerja Pengamanan Mudik Tuai Apresiasi

Selain teknologi dan manajemen lalu lintas, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 juga didukung oleh kolaborasi lintas sektor. Korlantas Polri bekerja sama dengan kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai stakeholder dalam memastikan perjalanan masyarakat berjalan aman dan nyaman.

Kebijakan pendukung seperti pembatasan kendaraan sumbu tiga melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), penerapan Work From Anywhere atau WFA, hingga program mudik gratis turut membantu mengurai kepadatan arus sejak awal.

"Kebijakan pemerintah yang tegas ini sangat mempengaruhi Operasi Ketupat. Yang pertama itu Work From Anywhere, dan yang kedua adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan kendaraan sumbu tiga. Ini tata kelola di jalan tol dan arteri ini bisa seimbang. Maka dari itu peristiwa kecelakaan bisa kami kurangi," ungkapnya.

Pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dalam operasi ini. Petugas di lapangan tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan, informasi, serta bantuan kepada pemudik di berbagai titik, seperti rest area, jalan tol, hingga pelabuhan penyeberangan.

“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Arus Mudik Lebaran 2026: Korlantas Memulai One Way Nasional di KM 70-414 Siang Ini


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Papua Penuh Asa, Tanpa Mengulang Luka Sumatra | S.2 Eps.14
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pengembangan Industri Mocaf di Pringsewu Didorong Pemerintah Lampung untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Rekap Hasil One Pride 89: Kalahkan Windri Patilima Lewat Kuncian Maut, Ronald Siahaan Raih Sabuk Abadi Kelas Ringan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Balita 3 tahun kejang ditolak RS karena tidak punya BPJS, polisi Sat PJR Banten gercep turun tangan
• 4 jam lalubrilio.net
thumb
Tutup Tur Our Wish di Jakarta, NCT WISH Tulis Surat Menyentuh dalam Bahasa Indonesia untuk NCTzen Indonesia
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.