Pantau - Pemerintah Provinsi Lampung mengembangkan industri mocaf sebagai bagian dari hilirisasi komoditas ubi kayu lokal dengan fokus di Kabupaten Pringsewu guna memperkuat ketahanan pangan dan mendorong perekonomian daerah.
Langkah ini menempatkan Pringsewu sebagai salah satu daerah strategis penghasil ubi kayu yang diproyeksikan menjadi sentra produksi mocaf di Lampung.
Pengembangan Sentra Mocaf di PringsewuGubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan, "Pengembangan mocaf merupakan salah satu bentuk hilirisasi komoditas ubi kayu yang memiliki potensi besar di Provinsi Lampung."
Pemerintah daerah mendorong pembentukan sentra produksi mocaf di Pringsewu untuk memaksimalkan potensi komoditas lokal tersebut.
Ia menjelaskan, "Pengolahan singkong menjadi mocaf tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ketahanan pangan daerah."
Kabupaten Pringsewu diproyeksikan menjadi model pengembangan hilirisasi singkong di Provinsi Lampung.
Gubernur menambahkan, "Pengembangan mocaf di Pringsewu ini menjadi langkah penting dalam diversifikasi pangan, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis komoditas lokal."
Dorong Ekonomi Inklusif dan Alternatif PanganBupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan bahwa daerahnya telah memiliki industri kecil dan menengah yang memproduksi mocaf.
Produk mocaf merupakan hasil olahan singkong yang dapat menjadi alternatif tepung sehat pengganti terigu untuk berbagai jenis makanan.
Ia menyatakan, "Produk tersebut merupakan hasil hilirisasi singkong yang dapat menjadi alternatif tepung sehat pengganti terigu untuk berbagai olahan pangan."
Hilirisasi singkong ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas ubi kayu sekaligus melibatkan masyarakat dalam seluruh tahapan produksi.
Langkah industrialisasi mocaf tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi inklusif di wilayah Lampung serta memperkuat swasembada pangan.




