Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Riau
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP/MTs/sederajat Tahun 2026 di Provinsi Riau hingga hari keempat, Kamis, 9 April 2026, berlangsung stabil dan tertib. Di berbagai satuan pendidikan, siswa mengikuti asesmen sesuai jadwal, perangkat ujian berjalan normal, serta proses pengerjaan soal tidak mengalami kendala berarti.
Seiring pelaksanaannya, TKA kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai penilaian akademik yang menegangkan, melainkan sebagai sarana evaluasi untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Di Kota Pekanbaru, sekitar 14 ribu siswa SMP negeri dan swasta serta 725 peserta dari jalur pendidikan nonformal telah mengikuti TKA. Tingkat kehadiran tercatat tinggi sejak hari pertama.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Syafrian Tommy, menyampaikan kelancaran ini didukung oleh persiapan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari koordinasi dengan sekolah, penguatan dukungan teknis, hingga simulasi sebelum pelaksanaan.
“Secara umum, pelaksanaan TKA di Pekanbaru berjalan aman dan lancar. Antusiasme sekolah, guru, dan siswa cukup tinggi. Persiapan yang matang terbukti mampu meminimalkan hambatan di lapangan,”ujar Tommy dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2026.
Ia menegaskan, hasil TKA tidak hanya dilihat sebagai capaian angka, melainkan akan dimanfaatkan untuk tiga tujuan utama, yakni pemetaan kualitas sekolah, evaluasi kurikulum, serta penguatan kompetensi guru melalui program pengembangan berkelanjutan berbasis MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).
“Kami memandang TKA sebagai instrumen diagnostik untuk membaca kondisi pembelajaran secara lebih menyeluruh,” tambahnya.
Sementara itu, di Kabupaten Pelalawan, partisipasi siswa juga tercatat merata. Sebanyak 6.368 siswa dari 114 SMP dan MTs mengikuti TKA dengan tingkat kehadiran hampir penuh tanpa kendala signifikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, Leonardo, menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari kesiapan sekolah serta pendekatan yang tidak membebani siswa.
“Kami tekankan kepada siswa bahwa TKA bukan hal yang perlu ditakuti. Cukup dikerjakan dengan jujur dan tenang. Sejauh ini pelaksanaan berjalan baik, termasuk dari sisi listrik dan jaringan,”ungkap Leonardo.
Di daerah tersebut, hasil TKA mulai dimanfaatkan sebagai peta awal kemampuan siswa, baik untuk mengidentifikasi capaian akademik maupun menentukan kebutuhan pendampingan. Data tersebut juga menjadi dasar bagi guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran.
Pelaksanaan TKA di Riau menunjukkan bahwa asesmen dapat dilakukan secara kondusif tanpa memberikan tekanan berlebih kepada siswa, namun tetap menjaga kualitas dan integritas proses.
Selain itu, Dinas Pendidikan setempat mencatat bahwa Program Makan Bergizi Gratis turut membantu menjaga kondisi fisik siswa selama mengikuti asesmen. Lebih dari separuh sekolah di Pelalawan telah menerima program tersebut.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa TKA bukan merupakan penentu kelulusan, melainkan alat untuk memetakan kemampuan akademik siswa secara lebih akurat.
“TKA bukan ujian akhir, tetapi bagian dari upaya memahami kemampuan siswa agar perbaikan pembelajaran dapat dilakukan lebih terarah,”kata Mu’ti.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan TKA tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga mendorong pembentukan karakter, khususnya kejujuran dalam proses belajar.
Editor: Redaksi TVRINews





