Sektor Keuangan Stabil, OJK Jawa Tengah Soroti Peran Reksa Dana di Pasar Modal

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah menyatakan bahwa kondisi sektor jasa keuangan di wilayah Provinsi Jawa Tengah hingga akhir bulan Maret 2026 masih relatif stabil, di tengah pertumbuhan industri reksa dana nasional yang menunjukkan kinerja positif.

"Sektor jasa keuangan di Jawa Tengah awal tahun ini sampai dengan akhir bulan Maret relatif stabil dari segi status normal waspada, kemudian pertumbuhan kredit juga relatif baik di sekitar angka 9%, dan dari segi likuiditas juga mencukupi," kata Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo dalam acara sosialisasi reksa dana oleh APRDI, Kamis (10/04/2026).

Terkait situasi global saat ini, Hidayat menyebut bahwa OJK terus mencermati dinamika global yang berpotensi memengaruhi sektor perbankan di daerah.

"Kita terus mencermati itu terutama dari segi pengawasan, kita melihat bagaimana bank-bank kondisinya sekarang seperti apa, termasuk kualitas kredit yang memang memerlukan perhatian secara khusus," ucapnya.

Menurutnya, struktur ekonomi Jawa Tengah yang didominasi UMKM turut berdampak pada kualitas kredit perbankan.

"Di Jawa Tengah juga secara khusus kita cermati. Jawa Tengah ini ketergantungan atau fokusnya pada UMKM itu sangat tinggi. Tentu kondisi bisnis UMKM itu juga sangat berdampak terhadap kualitas perkreditan di bank-bank. Oleh karena itu, di tahun 2026 ini kami mempunyai strategi khusus untuk fokus pada bagaimana NPL ini dijaga agar tidak bertambah dan existing bisa dibangun lagi," jelas Hidayat.

Baca Juga

  • Harga Plastik Meroket, Pedagang di Semarang Keluhkan Omzet Anjlok
  • Inflasi Jawa Tengah Capai 3,54% pada Maret 2026
  • PEHA Balikkan Kondisi Rugi jadi Laba di Tahun 2025

Hidayat juga menambahkan bahwa tingginya Non Performing Loan (NPL) terutama di Bank Perekonomian Rakyat (BPR) tidak lepas dari dampak pandemi Covid-19.

"Dampak Covid-19 itu sangat dirasakan, terutama untuk UMKM yang sangat berat untuk pulih kembali, dan setelah relaksasi kondisi ini terlihat, sehingga memengaruhi fungsi intermediasi perbankan," kata Hidayat.

Di sisi lain, dari pasar modal, Hidayat menyebut bahwa reksa dana saat ini menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat Jawa Tengah.

"SID (Single Investor Identification) di Jawa Tengah bertumbuh positif sebesar 105,29% (year-on-year/yoy) dengan porsi SID terbesar adalah SID reksa dana yaitu 2,16 juta atau sebesar 63,98% dari total SID, dan ini tumbuh sebesar 38,29% (yoy). Jadi, kita berikan apresiasi kepada pertumbuhan ini untuk seluruh masyarakat," terangnya.

Selain SID, nilai penjualan APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) di Jawa Tengah disebut juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan per Januari 2026 sebesar 269% (yoy).

"Nilai penjualan APERD di Jawa Tengah menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan per Januari 2026 sebesar 269%. Pertumbuhan 269% itu artinya lebih dari 1,5 kali lipat," ucap Hidayat.

Mengenai peminat, Hidayat mengungkap bahwa saat ini pasar modal termasuk reksa dana ini semakin banyak diminati oleh generasi muda.

"Sekarang ini justru dari generasi muda itu sudah mulai banyak yang masuk ke pasar modal termasuk reksa dana. Jadi, ini reksa dana untuk di tahap maturitas yang awal untuk investor itu sangat baik, termasuk untuk proses pembelajaran," ungkap Hidayat.

Sementara itu, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah Fanny Rifqi El Fuad menyatakan bahwa reksa dana menjadi instrumen dominan di daerah.

"Pertumbuhan SID pasar modal di Jawa Tengah, 60%-nya disumbangkan oleh instrumen reksa dana. Di mana ini menunjukkan bahwa reksa dana ini juga ternyata diminati oleh masyarakat investor yang investasi di pasar modal," tutur Fanny.

Didominasi generasi muda sejak pandemi, Fanny menyebut bahwa alasan banyak orang saat ini lebih memilih reksa dana adalah karena risiko yang lebih rendah.

"Karena memang risikonya lebih rendah, kemudian juga pilihannya banyak, dan aksesnya untuk membeli itu sekarang bisa melalui channel. Kita bisa membeli lewat aplikasi perbankan, kita bisa beli lewat aplikasi Makmur, Bibit, dan lain sebagainya. Saat kita beli saham di sekuritas, mereka menjual reksa dana juga," ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, OJK menyatakan saat ini mereka sedang menggalakkan inklusi pasar modal termasuk dengan pasar modal syariah.

Sektor pasar modal ini disebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di regional. OJK akan mendorong sisi supply dan demand untuk terus tumbuh.

Pada sisi supply, OJK akan mendorong untuk memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu sumber utama pembiayaan bisnis. Sementara itu, dari sisi demand, OJK akan terus mendorong masyarakat, investor, dan calon investor untuk semakin banyak menggunakan pasar modal sebagai alternatif investasi yang menjanjikan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
GYK Dipecat dari Polri, Kapolres Jembrana Beri Tanda Silang Pada Fotonya
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Sukses Cetak Rating Tinggi, Drakor Beyond The Bar Akan Lanjut ke Musim Kedua
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Hari Ini Penentuan Terakhir! Ini Cara dan Trik War Biar Lolos Dapat Tiket Konser EXOPlanet 6, EXhOrizon in Jakarta
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Geopolitik Amerika Menggunakan Konflik Iran untuk Melumpuhkan Pengaruh China
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Dirjenbun: Serangga Penyerbuk Sawit dari Tanzania Telah Lolos Uji Ilmiah
• 14 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.