Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa masa kritis dinamika global untuk pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah berhasil dilewati.
"Stok nasional tetap berada pada batasan minimal di atas 20 hari semua, termasuk LPG kita di atas sepuluh hari. Jadi sebenarnya saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, Alhamdulillah kita sudah lewati," ujar Bahlil di Kantor ESDM, Jakarta, Jumat (10/4).
Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah dunia memang sudah kembali turun di bawah USD 100 per barel. Hari ini, harga minyak mentah Brent berjangka sebesar USD 95,92 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS sebesar USD 97,87 per barel.
Namun demikian, Bahlil meminta masyarakat untuk tetap bijak dalam konsumsi BBM maupun LPG. "Tetapi sudah barang tentu, saya meminta kepada seluruh masyarakat, kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk LPG," jelasnya.
Selain itu, Bahlil juga menjelaskan bahwa Indonesia memilki tambahan cadangan BBM selama tujuh hari dari pembangunan tangki penyimpanan BBM di Karimun, Kepulauan Riau. Sehingga secara keseluruhan, cadangan energi diharapkan bisa mencapai satu bulan, pemerintah pun akan fokus pemerintah memperkuat storage untuk meningkatkan kedaulatan energi nasional.
"Sekarang Alhamdulillah penyangga energi kita, tadi kan di awal saya katakan 21 sampai dengan 25 hari. Sekarang ada penambahan lagi tujuh hari dari Karimun. Dan ini yang kita lagi komunikasikan, sehingga bisa kita mencapai satu bulan. Yang lebih-lebihnya kita lagi melakukan pembangunan. Bulan Mei insyaAllah doain kita sudah mulai melakukan pembangunan," tambahnya.





