Bukan Lagi Mesin Jadul, Royal Enfield Kini Punya Motor Listrik

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

New Delhi, VIVA – Pasar motor listrik global kembali kedatangan pemain baru setelah Royal Enfield resmi meluncurkan model elektrifikasi pertamanya. Motor bernama Flying Flea C6 itu menjadi penanda babak baru bagi pabrikan legendaris asal Inggris tersebut.

Motor ini dijual di India dengan harga mulai 279 ribu rupee atau setara sekitar Rp53 jutaan. Menariknya, disadur VIVA Otomotif dari Motorbeam, Jumat 10 April 2026, Royal Enfield juga menawarkan skema Battery-as-a-Service yang membuat harga awalnya turun menjadi sekitar 1,99 lakh rupee atau Rp38 jutaan.

Baca Juga :
Motor Bimota Kini Pakai Teknologi Motul
Bos BGN BIlang Motor Buat SPPG Hasil Karya Dalam Negeri dengan TKDN 48,5 Persen

Flying Flea C6 hadir di bawah sub-brand baru bernama Flying Flea yang terinspirasi dari motor legendaris era Perang Dunia II. Desainnya mengusung gaya neo-retro, memadukan tampilan klasik dengan teknologi modern khas kendaraan listrik masa kini.

Dari sisi performa, motor ini dibekali baterai lithium-ion berkapasitas 3,91 kWh yang dipadukan dengan motor listrik tipe permanent magnet. Tenaga puncaknya mencapai 15,4 kW dengan torsi 60 Nm, sementara torsi di roda belakang diklaim tembus lebih dari 400 Nm.

Akselerasinya cukup impresif, dengan kemampuan 0–60 km per jam hanya dalam 3,7 detik dan kecepatan maksimal mencapai 115 km per jam. Dalam sekali pengisian daya, motor ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 162 kilometer berdasarkan standar pengujian internal.

Soal pengisian daya, Flying Flea C6 bisa diisi melalui stop kontak rumah tangga biasa. Tersedia beberapa mode pengisian, mulai dari standar hingga cepat, yang memungkinkan baterai terisi 20 hingga 80 persen dalam waktu sekitar satu jam.

Dari sisi konstruksi, motor ini tergolong ringan dengan bobot hanya 124 kilogram, menjadikannya salah satu motor paling ringan di kelasnya. Royal Enfield menggunakan rangka aluminium tempa dan material magnesium untuk menjaga bobot tetap efisien tanpa mengorbankan kekuatan.

Salah satu ciri khasnya ada pada suspensi depan model girder yang terinspirasi dari motor klasik Flying Flea di era 1940-an. Di bagian belakang, digunakan suspensi monoshock yang dipadukan dengan roda 19 inci di kedua sisi.

Fitur yang ditawarkan juga tergolong lengkap, termasuk layar TFT bulat 3,5 inci dengan konektivitas smartphone, navigasi, hingga pembaruan perangkat lunak over-the-air. Motor ini juga dilengkapi lima mode berkendara, cruise control, serta berbagai fitur keselamatan seperti ABS dual-channel dan traction control.

Baca Juga :
Tolak Anggaran Motor Listrik MBG di 2025, Purbaya: Sebagian Sudah Keluar, Sisanya Dibatasi!
Purbaya: Anggaran Motor Kepala SPPG Masuk di 2025, Bukan Tahun Ini
Ratusan Motor dan Mobil Curian di Sumsel Dikembalikan ke Pemiliknya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disinggung Soal Inarasati, Insanul Fahmi Minta Tidak Dibahas Dulu: Nggak Usah Dibahas
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Kronologi Pak Tarno Diteror Leasing saat Sakit, Mobil Diduga Digadaikan Mantan Sopir Hingga Rugi Puluhan Juta
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Kemenimipas Terapkan WFH Tiap Jumat bagi ASN, Layanan Publik Tetap Berjalan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Apa yang Terjadi Jika Makan Teratur Selama 90 Hari? Begini Penjelasan Ahli
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Bangga Satgas PKH Selamatkan Rp 370 T dalam 1,5 Tahun: 10 Persen dari APBN
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.