Kronologi Pak Tarno Diteror Leasing saat Sakit, Mobil Diduga Digadaikan Mantan Sopir Hingga Rugi Puluhan Juta

grid.id
13 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Kabar kurang menyenangkan datang dari pesulap legendaris Indonesia, Pak Tarno. Di tengah perjuangannya melawan sakit, pria yang dikenal dengan jargon "Tolong dibantu ya" ini justru harus kehilangan aset kendaraannya akibat dugaan penggelapan yang dilakukan oleh oknum mantan karyawannya.

Peristiwa ini terungkap melalui keterangan Pak Tarno didampingi istri keduanya, Lisa Karlina, dan sang manajer, Laura. Masalah bermula saat Pak Tarno sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi yang lemah, seorang mantan sopir berinisial A diduga menggadaikan mobil milik Pak Tarno ke sebuah pihak leasing tanpa izin.

Diteror Pihak Leasing Saat Terbaring Sakit

Menurut penuturan Lisa Karlina, mereka mulai merasakan keanehan saat telepon genggam Pak Tarno terus-menerus dihubungi oleh pihak penagih (debt collector).

"Tiba-tiba ada tagihan nelpon, hampir beberapa kali, ada 10 kali, kadang 5 kali. Tahunya ada tagihan dari leasing," ungkap Lisa saat ditemui di kontrakan Pak Tarno di kawasan Warakas, Jakarta Utara, Jumat (10/4/2026).

Pak Tarno menjelaskan bahwa teror telepon yang diterimanya tak kenal waktu. Padahal kala itu kondisi kesehatannya tengah menurun.

"Dapat telepon pagi, siang, sore. Padahal saya lagi di rumah sakit," aku Pak Tarno.

Kondisi ini sempat membuat pesulap senior itu stres dan kebingungan. Pasalnya, ia merasa tidak pernah meminjam uang maupun menjaminkan mobilnya.

Namun tiba-tiba Pak Tarno diminta pihak leasing membayar tagihan bernilai fantastis yakni mencapai Rp35 juta.

"Lah saya 35 juta dapet dari mana, orang sakit begini," ujar Pak Tarno dengan terbata-bata.

Jual Mobil Demi Melunasi Utang

Baca Juga: Pesulap Pak Tarno Kena Tipu Rp 100 Juta, Ngaku Ingin Beli Mobil Berujung Apes, Bagaimana Kronologinya?

 

Karena merasa tertekan dengan teror telepon yang masuk terus-menerus, Pak Tarno dan keluarga akhirnya mengambil keputusan pahit. Agar beban pikiran tidak memperparah kondisi kesehatan Pak Tarno, mereka memutuskan untuk menjual mobil tersebut.

Mobil tersebut terjual dengan harga sekitar Rp54 juta. Uang hasil penjualan itu seluruhnya digunakan untuk melunasi utang di leasing agar pihak penagih berhenti menelepon.

Namun, masalah tidak berhenti di situ. Pak Tarno mengaku tidak mendapatkan sisa uang dari penjualan tersebut, dan kini ia sama sekali tidak memiliki kendaraan pribadi.

"Mobil itu sudah dijual, tapi Bapak (Pak Tarno) mungkin tidak tahu dan uangnya tidak ada ke beliau. Mungkin untuk menutupi utang-utang di leasing tersebut supaya Bapak tidak kepikiran dan tidak tambah sakit," jelas sang Manajer, Laura.

Kini Andalkan Ojek Online untuk Bekerja

Akibat kejadian ini, Pak Tarno yang dulu selalu didampingi sopir pribadi, kini harus rela hidup prihatin. Untuk keperluan syuting atau bepergian, ia terpaksa menggunakan jasa ojek online atau mengandalkan jemputan dari pihak stasiun televisi.

"Sekarang Pak Tarno nggak punya mobil. Ke mana-mana pakai ojek online atau kalau ada syuting dijemput sama orang TV-nya," tambah Laura.

Tak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Pak Tarno kini hanya berjualan maninan di kawasan Kota Tua. Dalam sehari Pak Tarno dan istri menerima penghasilan yang tak menentu. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KH Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial Bukan Sekadar Tren tapi Keharusan
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
UICI Gelar Wisuda Kedua pada 22 April 2026, 55 Lulusan Siap Berkontribusi di Era Digital
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Manfaatkan E-Commerce, Gula Aren asal Sulsel Rambah Pasar Nasional
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Presiden Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik, Prabowo: 2028 Indonesia Produksi Sendiri Mobil Listrik
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Selat Hormuz Ditutup Imbas Serangan Israel ke Lebanon? Ini Jawab Wamenlu Iran | SAPA PAGI
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.