Tak Diberi Uang, 2 Tukang Palak Pukul Mobil Korban di Rancaekek

kumparan.com
2 hari lalu
Cover Berita

Aksi pemalakan yang terjadi di perlintasan kereta api Kampung Gandok, Desa Bojong Salam, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, viral di media sosial dan menuai perhatian publik.

Video yang beredar memperlihatkan dugaan tindakan pemerasan terhadap pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut.

Kapolsek Rancaekek, Deny Sunjaya, membenarkan adanya kejadian itu. Polisi menerima informasi dari media sosial pada Jumat (10/4) sekitar pukul 08.04 WIB terkait video viral tersebut.

“Setelah kami mendapatkan informasi dari media sosial, kami langsung bergerak cepat untuk melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan,” ujar Deny dalam keterangannya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, gabungan piket fungsi segera melakukan langkah awal dengan menghubungi pengunggah video, David Wijaya, guna menggali informasi lebih rinci terkait peristiwa tersebut.

Dari keterangan David, diketahui bahwa peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu ia hendak melintas di perlintasan rel Kampung Gandok menuju arah Haurpugur.

Di lokasi tersebut, terdapat sejumlah pemuda yang kerap berkumpul. Setelah melewati rel, kendaraan David dihentikan oleh dua orang yang meminta sejumlah uang.

“Karena korban tidak memberikan uang dengan alasan tidak memiliki uang kecil, salah satu pelaku kemudian melakukan tindakan dengan memukul pintu mobil korban,” kata Deny.

Setelah mendapatkan informasi yang cukup, petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penelusuran. Dari hasil penyelidikan di lapangan, polisi berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pemalakan tersebut.

Kedua terduga pelaku masing-masing bernama Iwan Tristianto dan Anto Sugianto, yang merupakan warga Desa Bojong Salam, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Keduanya diketahui berprofesi sebagai buruh harian lepas.

“Untuk sementara, kedua orang tersebut sudah kami amankan dan dibawa ke Mapolsek Rancaekek guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Reskrim,” jelas Deny.

Ia menegaskan pihak kepolisian tak akan menoleransi segala bentuk tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat, khususnya di ruang publik seperti perlintasan kereta api.

Saat ini, kedua terduga pelaku masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami peran masing-masing dalam kejadian tersebut, serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tragis! Balita 4 Tahun Tewas Tenggelam saat Bermain di Sungai Sedodol Pasuruan
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Penangkapan Bupati Tulungagung oleh KPK Berkaitan dengan Dugaan Pemerasan
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Ogah Sembrono Ungkap Keberadaan Riza Chalid, Kejagung: Nanti Dia Lari Lagi
• 1 jam laludisway.id
thumb
Penyerang Persija, Eksel Runtukahu Tekankan Striker Brasil dalam Skuat Macan Kemayoran Bukan Pesaing
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Mantan Wapres AS Harris Pertimbangkan Pencalonan Presiden 2028
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.