Muara Dermaga Nelayan Cilincing Dangkal, Kapal Kerap Kandas

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah nelayan di Dermaga Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan pendangkalan muara di depan kolam labuh kapal.

Kondisi tersebut membuat lalu lintas kapal terganggu hingga berisiko kandas, bahkan anak-anak terlihat dapat berdiri di dasar perairan saat berenang di area tersebut.

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Jumat (10/4/2026), sejumlah kapal nelayan kerang tampak hilir mudik di muara tersebut. Di sisi jalur kapal, beberapa anak terlihat berenang.

Baca juga: Ironi Anak-anak di Cilincing, Berenang di Atas Makam yang Terendam Banjir

Namun, alih-alih mengapung, mereka dapat berdiri tegak karena kedalaman air yang dangkal. Dua di antaranya bahkan tampak santai menggendong temannya di atas pundak.

Di bagian lain, terlihat struktur beton dan platform konstruksi berada di tengah laut. Di sampingnya terdapat gundukan tanah yang memanjang ke arah perairan.

Di atas gundukan tersebut berlangsung aktivitas pengurukan dengan satu unit ekskvator dan truk pengangkut yang hilir mudik.

Bobby (45), salah seorang nelayan di dermaga tersebut, mengatakan muara di depan kolam labuh kapal telah mengalami pendangkalan yang cukup signifikan.

"Anak-anak aja berenang bisa berdiri. Jadi nempel langsung, bisa nempel langsung pasir atau tanah yang jadi urugan ya. Lalu lintas nelayan jadi sangat terhambat," katanya saat ditemui Kompas.com di lokasi pada Jumat.

Menurut Bobby, pendangkalan terjadi akibat beberapa faktor, mulai dari cuaca buruk yang menghanyutkan limbah kerang hingga aktivitas pengurukan laut yang berada tepat di depan pintu kolam labuh.

Baca juga: Jalan Rusak di Cilincing Hanya Ditambal Sulam, Pemerintah Tanggung Jawab meski Punya Swasta

"Ya, ditambah (cuaca buruk) kemarin bulan Januari ditambah lagi ini pengurugan, ya makin dangkal. Kemarin seminggu lalu juga belum terlalu parah seperti ini," ujarnya.

Nelayan lainnya, Hadi (bukan nama sebenarnya), mengatakan pendangkalan muara membuat kapal nelayan kerap kandas, terutama saat air surut.

"Kapal kandas, takut. Pulang siang dikit aja kandas," ucapnya kepada Kompas.com, Jumat.

Selain itu, aktivitas pengurukan di depan kolam labuh membuat kapal harus berbelok tajam saat keluar menuju laut lepas.

"Patah, belokannya baling-baling sering kandas di sini, kandas di muaranya," katanya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Melihat kondisi tersebut, Hadi berharap muara di depan kolam labuh dapat segera dikeruk agar aktivitas nelayan kembali lancar.

"Pengennya dikeruk, ya kalau bisa tolong dibantu gitu," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Target Juara Umum, Wali Kota Makassar Lepas 105 Kafilah ke MTQ Tingkat Provinsi di Maros
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Taylor Swift dan Travis Kelce Dikabarkan Akan Menikah 3 Juli 2026
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Dradjad Wibowo: Syaiful Mujani Bermain Api Berbahaya
• 56 menit lalurepublika.co.id
thumb
PLN Lakukan Penggantian Peralatan di GI 150kV Sukolilo untuk Jaga Keandalan Listrik
• 9 jam lalurealita.co
thumb
RSHS Bandung Nonaktifkan Perawat Diduga Nyaris Tukar Bayi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.