RSHS Bandung Nonaktifkan Perawat Diduga Nyaris Tukar Bayi

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menonaktifkan sementara seorang perawat yang diduga nyaris menukar bayi pasien. Langkah ini diambil sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak manajemen dan komite keperawatan.

Informasi tersebut mencuat dalam video yang diunggah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui kanal YouTube pribadinya pada Kamis malam, 9 April 2026. Dalam video itu, Asisten Manajer Keperawatan RSHS Bandung, Arif tampak berbincang dengan Dedi Mulyadi melalui panggilan video. Arif menjelaskan perawat bersangkutan telah ditarik dari pelayanan.

"Sementara dinonaktifkan dari pelayanan untuk dikaji lebih mendalam oleh komite keperawatan," ujar Arif dalam video yang diunggah Dedi Mulyadi, Kamis, 9 April 2026.

Saat Dedi Mulyadi mendesak mengenai bentuk sanksi yang akan dijatuhkan, Arif mengaku keputusan tersebut belum final karena masih menunggu hasil investigasi. Arif menegaskan, sanksi disiplin akan diberikan sesuai tingkat pelanggaran.
 

Baca Juga :

Viral Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Ibu Ungkap Dugaan Kelalaian


"Dalam regulasi, jika terbukti ada kelalaian terkait kompetensi, sanksi bisa berupa pencabutan hingga permanen. Jika terbukti ada unsur kesengajaan, bisa sampai pemberhentian," tandas Arif, Kamis, 9 April 2026.

Kasus ini menjadi viral setelah seorang ibu bernama Nina Saleha, 27, warga Margaasih, Kabupaten Bandung, membagikan pengalaman pahitnya melalui akun TikTok. Nina mengaku hampir kehilangan bayinya saat proses kepulangan dari Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSHS Bandung pada Rabu, 8 April 2026.


Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. (Metro TV/ Edwan Hadnansyah)

Melalui video yang diunggah, Nina mengatakan sempat meninggalkan ruang tunggu selama sekitar 30 menit untuk membeli makan. Saat kembali, bayinya disebut telah diserahkan kepada orang lain yang juga tengah mengurus administrasi kepulangan bayi.

"Saya tahu itu anak saya karena ingat baju sama selimutnya. Pas saya lihat wajahnya, ternyata benar itu anak saya," kata Nina.

Nina mengaku semakin khawatir dan kaget karena gelang identitas bayinya sebagai pasien RSHS sempat dilepas oleh perawat. Menurut Nina, perawat berdalih bayi tersebut diberikan kepada pihak lain karena panggilan terhadap nama Nina tidak mendapat respons.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Iran Peringatkan Serangan Israel ke Lebanon Bisa Buat Negosiasi AS Sia-Sia
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
TNI AU di Usia 80 Tahun: Hemat Avtur dan Bakal Banyak Alutsista Baru
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Sejak Jadi Presiden, Prabowo Wanti-wanti Tutup Praktik Ilegal hingga Penyelundupan
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Kantor Camat Pancoran Beroperasi Normal di Hari Pertama WFH ASN DKI
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Drama Menit 90+9! PSM Makassar Bungkam PSIM Jogjakarta di Bantul, Sundulan Dusan Lagator Jadi Penentu
• 6 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.