JAKARTA, KOMPAS.TV - Isu pembagian motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Kendaraan roda dua tersebut disebut akan digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menunjang aktivitas lapangan.
Namun, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa kendaraan tersebut belum didistribusikan secara resmi karena masih dalam tahap administrasi sebagai barang milik negara (BMN).
“Fungsinya untuk mendukung operasional kepala SPPG, tetapi motor tersebut belum dibagikan," ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (7/4) dikutip Antara.
Dua Jenis Motor Listrik Disiapkan
Mengutip Antara, berikut spesifikasi kendaraan yang beredar dalam foto dan video diduga merupakan dua model motor listrik produksi Emmo, yakni:
Baca Juga: [FULL] Menkeu Purbaya Pimpin Rapat Debottlenecking, Bahas Program Strategis Pemerintah
Emmo JVX GT (tipe trail)
- Motor ini dirancang untuk medan berat seperti jalan bergelombang dan tidak rata.
- Spesifikasinya meliputi:
- Kecepatan maksimal: 80 km/jam
- Jarak tempuh: hingga 70 km per pengisian
- Dimensi: panjang 2.080 mm, lebar 810 mm, tinggi 1.150 mm
- Ukuran ban: depan 19 inci, belakang 18 inci
- Baterai: 72V 31Ah (dual battery, mudah dilepas-pasang)
- Pengisian cepat: 30% ke 80% hanya 1 jam
Emmo JVH Max (tipe skuter/metik)
- Cocok untuk penggunaan di area perkotaan dengan desain ergonomis.
- Kecepatan maksimal: 90 km/jam
- Jarak tempuh: hingga 70 km per pengisian penuh
Kedua motor ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas kepala SPPG di berbagai kondisi wilayah, baik perkotaan maupun daerah dengan akses sulit.
Di tengah viralnya informasi di media sosial, muncul klaim bahwa jumlah motor listrik yang disiapkan mencapai 70 ribu unit. Dadan langsung meluruskan kabar tersebut.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- motor listrik
- sppg indonesia
- program mbg
- kendaraan dinas
- emmo motor
- dadan hindayana





