jpnn.com - TANAH LAUT – Kementerian Pertanian menuntaskan Gerakan Tanam Serempak di Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (9/4).
Kegiatan itu dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti yang mewakili Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, didampingi Sekretaris Badan Zuroqi Mubarok, serta Wakil Bupati Tanah Laut Muhammad Zazuli, dan dilaksanakan serentak di 17 provinsi sebagai bagian dari percepatan tanam nasional.
BACA JUGA: Kementan Minta Masyarakat Lapor Satgas Saber Jika Pedagang Jual Daging Sapi di Atas HAP
Gerakan ini merupakan langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi berkelanjutan. Selain itu, percepatan tanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak iklim, termasuk potensi El Nino, yang dapat memengaruhi produksi pangan.
Pada pelaksanaan hari ini, realisasi tanam mencapai sekitar 10.873.87 hektare dari target 10.000 hektare yang telah ditetapkan dan tersebar di berbagai wilayah pengembangan CSR.
BACA JUGA: Kementan Hadirkan Tania, Inovasi Penyuluhan Digital Berbasis AI
Secara keseluruhan, program Cetak Sawah Rakyat 2025 dilaksanakan di 20 provinsi sebagai bagian dari upaya perluasan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada padi berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pelaksanaan tanam serempak ini menjadi langkah konkret dalam menjaga momentum produksi nasional di tengah tantangan iklim.
BACA JUGA: Perkuat Pengelolaan Data, Kementan Sosialisasikan Statistik Pertanian Hortikultura
“Kami pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” tuturnya.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian dan petani di seluruh lokasi pelaksanaan.
Turut hadir gubernur, bupati/wali kota, serta jajaran dinas pertanian setempat sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan tanam di wilayahnya.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pengawalan di lapangan menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan tanam serempak.
“Target kami bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut benar-benar tertanami. Dari total sekitar 54 ribu hektare lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang sudah terolah bersama pemerintah daerah, seluruhnya harus segera ditanami agar dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi pangan nasional," ujarnya.
"Percepatan tanam harus terus dijaga dan tidak berhenti di hari ini, dengan capaian minimal 1.000 hektare per hari agar tidak kehilangan momentum, sehingga dalam waktu dekat seluruh lahan CSR dapat tertanam. Kunci di lapangan adalah pengawalan penyuluh dan kesiapan petani untuk langsung menanam tanpa menunggu kondisi sempurna, sementara kendala teknis diselesaikan secara paralel,” imbuhnya.
Gerakan tanam serempak ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda, khususnya Brigade Pangan, dalam proses tanam.
Berikut sebaran realisasi tanam di lokasi CSR:
- Kalimantan Tengah: 4.105.63 ha
- Sumatera Selatan: 2.062.72 ha
- Kalimantan Selatan: 2.197.60 ha
- Papua Selatan: 816 ha
- Bengkulu: 10 ha
- Sulawesi Selatan: 112.5 ha
- Sulawesi Tenggara: 343,25 ha
- Sulawesi Tengah: 457.33 ha
- Kalimantan Barat: 379.59 ha
- Riau: 51 ha
- Jambi: 52.50 ha
- Kalimantan Timur: 97 ha
- Kalimantan Utara : 35.00
- Papua: 5 ha
- Nusa Tenggara Timur: 72 ha
- Sulawesi Barat: 13 ha
- Gorontalo: 63.75 ha
Melalui pelaksanaan tanam serempak ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemanfaatan lahan produktif baru, meningkatkan produksi nasional, serta menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan. (*/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




