Kemensos WFH: Mensos Gus Ipul Ingatkan Tak Keluyuran, Layanan Tetap Optimal

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Kemensos mulai melaksanakan sistem kerja fleksibel atau Work From Home (WFH) pada Jumat (10/4/2026). Kebijakan ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penerapan transformasi budaya kerja ASN yang lebih efisien, adaptif, dan tetap produktif.

Penerapan WFH menjadi salah satu bagian dari adaptasi budaya kerja dilingkungan Kemensos, di samping sebelumnya juga telah dilakukan uji coba adaptasi lain seperti penghematan penggunaan kendaraan dinas, mendorong pegawai menggunakan tranportasi umum, serta menggunakan kendaraan listrik.

Suasana Kantor Kemensos di Salemba, Jakarta Pusat, pada Jumat, 10 April 2026, tampak sepi karena pegawai WFH, namun berbeda dengan Command Center Kemensos di Gedung Cawang Kencana yang tetap beroperasi dan memberikan layanan kepada masyarakat.

"Hari ini tanggal 10 April, Hari Jumat Tahun 2026. Hari pertama kita semua melakukan WFH, bekerja dari rumah. Tentu ini adalah bagian dari transformasi budaya kerja baru di lingkungan Kementerian Sosial menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo," kata Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jum'at (10/4/2026).

Lebih lanjut, Gus Ipul berpesan dengan adanya WFH ini diharapkan seluruh jajaran Kemensos tetap disiplin dalam mengisi absensi dan laporan kinerja yang menjadi tugas sehari-hari setiap pegawai.

"Laksanakan tugas yang telah diberikan dengan baik dan yang kedua, yang penting jangan abai, on call, tidak melanggar seluruh ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. Tentu dalam WFH tidak boleh ada yang keluyuran, lebih-lebih lagi setelah keluyuran menggunakan mobil dinas," tegasnya.

Kemudian, Gus Ipul juga mengajak seluruh pegawai untuk tetap mengutamakan integritas dan tetap melayani masyarakat dengan sepenuh hati, menghindari korupsi dan tetap menuju satu tujuan: Kemensos Hemat, Layanan Hebat.

"Tidak korupsi dan hari-hari ini kita dituntut untuk bisa bekerja lebih hemat meskipun layanannya harus tetap hebat dan ingat tidak korupsi. Sekali lagi ingat tidak korupsi termasuk korupsi waktu," kata Gus Ipul.

Selanjutnya, Gus Ipul menekankan bagi seluruh jajaran di Kemensos untuk taat kepada seluruh aturan dan ketentuan yang berlaku, serta memberikan contoh bahwa sudah banyak pegawai yang melanggar diberikan sanksi mulai dari peringatan tertulis, bahkan hingga pemberhentian.

“Maka itu, saya tidak ingin lagi ada pemberhentian, saya tidak ingin ada yang tukinya ditunda, ada yang pangkatnya diturunkan, atau juga yang mendapatkan peringatan tertulis 1 maupun 2. Saya ingin semuanya bekerja dengan baik, tidak ada yang melanggar,” ungkapnya.

Pola kerja yang lebih fleksibel ini diarahkan untuk mendorong perilaku kerja yang lebih efisien, berbasis digital, hemat energi dan mobilitas tanpa menurunkan produktivitas kerja.

"Mudah-mudahan dengan WFH ini produktivitas digital kita meningkat, layanan kepada masyarakat kita juga terus meningkat," ujarnya.

Di samping Command Center Kemensos, Unit Kemensos lain yang memberikan layanan kepada masyarakat tetap beroperasi seperti Sekolah Rakyat, Poltekesos, Balai, dan Sentra. Hal ini menunjukkan layanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas dan tidak boleh terganggu.

"Dalam WFH ini, tidak berlaku untuk bidang-bidang yang memberikan layanan kepada masyarakat seperti Sekolah Rakyat, Poltekesos, kemudian Command Center, Sentra-sentra yang ada di seluruh Indonesia, Balai-balai tetap harus bisa melayani masyarakat," ujar Gus Ipul.

Arahan ini betul-betul dilaksanakan di berbagai unit kerja yang memberikan layanan langsung ke masyarakat. Kepala Sentra Meohai Kendari Muhamad Gunawan menyampaikan bahwa layanan Sentra Kemensos untuk penerima manfaat tetap berjalan seperti biasa.

“Dalam hal ini kami tetap berkomitmen seluruh pegawai yang ada di Sentra Meohai tetap melaksanakan untuk pelayanan-pelayanan kepada masyarakat terutama rehabilitasi sosial,” kata Gunawan.

Meskipun dalam penerapan transformasi budaya kerja baru, Gunawan memastikan Sentra tetap berkomitmen menjalankan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan rehabilitasi sosial sesuai dengan wilayah kerja masing-masing Sentra.

“Kita memiliki 24 kabupaten dan kota sebagaimana telah di-SK-kan. Itu semua wilayah jangkauan kerja Sentra Meohai,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggaran Makan Bergizi Gratis Capai Rp44 Triliun hingga Maret 2026
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
WFH ASN: Work from Home atau "Woles from Home?"
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
BAN tekankan kejujuran dalam proses akreditasi satuan pendidikan
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Saham Konglo-Bank Besar Kerek IHSG, Emiten Prajogo Pimpin Reli
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Pertamina Kerahkan MT Gas Attaka untuk Jaga Pasokan LPG di Wilayah Terpencil Kalimantan dan Sulawesi
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.