Kegiatan Strategis Kemenpar Dorong Kesiapan Sektor Pariwisata Nasional

wartaekonomi.co.id
11 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sepanjang Maret 2026, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melaksanakan serangkaian langkah strategis untuk memastikan sektor pariwisata nasional semakin siap, berkualitas, dan berkelanjutan.

Salah satu agenda penting adalah pembahasan kesiapan nasional menghadapi mobilitas masyarakat melalui Sidang Kabinet Paripurna, sekaligus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna menjamin pelayanan wisata berjalan optimal.

Kemenpar juga melakukan peninjauan langsung di lebih dari 170 destinasi wisata di berbagai wilayah Indonesia untuk memastikan kesiapan destinasi, kualitas layanan, serta penerapan standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.

Selain itu, Program Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi strategi utama dalam mendorong pergerakan wisatawan. Pada 2026, program ini mendukung 125 event daerah di 38 provinsi. Hingga 1 April 2026, lima event telah terselenggara, antara lain Grebeg Sudiro di Jawa Tengah, Festival Perang Air di Riau, Festival Sahur-Sahur di Kalimantan Barat, Aceh Ramadhan Festival, dan Cap Go Meh Bogor Street Festival di Jawa Barat.

Dalam upaya memperkuat posisi Indonesia di tingkat global, Kementerian Pariwisata juga aktif dalam kerja sama internasional, termasuk partisipasi pada UN Tourism Minister’s Summit 2026 di Berlin, Jerman, serta kunjungan kerja ke Jepang yang menghasilkan nota kerja sama di bidang pariwisata.

Promosi destinasi Indonesia juga diperluas melalui partisipasi dalam tiga pameran internasional, tujuh kegiatan sales mission, dan dua kegiatan business matching internasional sepanjang Maret 2026. Dari seluruh rangkaian kegiatan promosi tersebut tercatat potensi devisa pariwisata sebesar Rp17,2 triliun, dengan potensi perjalanan wisatawan mencapai 552.487 perjalanan.

Pada ajang Internationale Tourismus-Börse Berlin 2026, Paviliun Wonderful Indonesia bersama 93 pelaku industri pariwisata nasional berhasil mencatat potensi devisa sekitar Rp14,91 triliun dengan potensi pergerakan 479.434 wisatawan. Promosi juga dilakukan melalui sales mission di berbagai kota Eropa serta business matching di Amerika Utara, termasuk di San Francisco dan Vancouver, serta partisipasi dalam NATAS Travel Fair 2026 di Singapura.

Berbagai capaian ini turut mengantarkan pariwisata Indonesia meraih sejumlah penghargaan internasional, antara lain Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destinations 2026 dari Tripadvisor dan Asia’s 50 Best Restaurants 2026.

Di sisi lain, penataan perizinan akomodasi pariwisata dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta integrasi data usaha dalam sistem OSS berbasis risiko. Langkah ini mencakup pendataan, verifikasi, pendampingan pelaku usaha, serta penguatan integrasi data secara nasional.

Inisiatif pendataan dan pengawasan ini juga turut telah mendorong peningkatan jumlah usaha akomodasi yang berizin. Hal ini tercermin dari penambahan 25.490 (setara 37%) Usaha Akomodasi Pariwisata (sesuai 8 KBLI), yang terdaftar di OSS per 31 Maret 2026, dibandingkan 31 Maret 2025.

Baca Juga: Pariwisata Indonesia Optimis Hadapi Tantangan Global, Menpar Tekankan Integritas dan Kinerja

Baca Juga: 60 Ribu Wisatawan Berpotensi Hilang, Begini Cara RI Jaga Kinerja Pariwisata Nasional

Di tengah dinamika global, pemerintah juga terus memperkuat manajemen krisis pariwisata melalui pemantauan intensif terhadap rute penerbangan internasional dan penyesuaian strategi promosi dengan fokus pada pasar yang relatif stabil seperti Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.

“Kami optimistis dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, pariwisata Indonesia akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat,” ucap Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardahana dalam Laporan Bulanan, di Jakarta, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Jumat (10/4).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI dan UNEJ Akselerasi Ekonomi Jatim Lewat Road to EJAVEC 2026
• 14 jam lalueranasional.com
thumb
Musthofa Soroti Kinerja LPS dalam Rapat DPR, Minta Indikator Terukur dan Penguatan Peran Pencegahan
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Indonesia Dipastikan Tak Tarik Pasukan Perdamaian, Evaluasi UNIFIL Berlanjut
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komika Pandji Pragiwaksono Temui Pelapor di Polda Metro Jaya, Dialog Kasus Mens Rea Berlangsung Sejuk
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Saksikan Pengucapan Sumpah Liliek Prisbawono sebagai Hakim MK di Istana Negara
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.