Kukuhkan Pengurus Baru IISIA, Menperin Agus Beberkan Tantangan hingga Potensi Industri Baja Nasional

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengingatkan pentingnya penguatan struktur industri baja nasional guna mendorong perekonomian nasional ke depannya.

Hal itu disampaikannya dalam acara pengukuhan pengurus The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) periode 2026–2030 di Jakarta, hari ini. Pihaknya, kata dia, menegaskan komitmen dalam memperkuat industri baja sebagai salah satu sektor strategis penopang perekonomian Indonesia.

Baca Juga :
Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Airlangga Pede Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,5 Persen
Rupiah Menguat Meski Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di 2026

Menurutnya, IISIA sebagai asosiasi yang menaungi produsen baja dalam negeri merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong penguatan struktur industri. Khususnya dalam membangun industri baja yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Pemerintah memandang IISIA sebagai mitra penting dalam memperkuat industri baja nasional. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjawab tantangan global sekaligus mengoptimalkan peluang strategis ke depan,” ujar Menperin.

Dijelaskan dia, subsektor industri logam dasar, termasuk baja, menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dengan pertumbuhan mencapai 15,71 persen pada tahun 2025. Capaian tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor infrastruktur, manufaktur, dan industri hilir bernilai tambah.

Agus juga mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat ke-13 produsen baja dunia dengan produksi mencapai sekitar 19 juta ton pada tahun 2025. Dalam enam tahun terakhir, produksi baja nasional tumbuh konsisten dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 14 persen per tahun.

Namun demikian, Menperin menyoroti masih adanya tantangan struktural, seperti rendahnya utilisasi industri baja yang berada di kisaran 52,7 persen, serta defisit pada produk antara dan hilir akibat tingginya impor bahan baku. Selain itu, tekanan global berupa kelebihan kapasitas baja dunia dan potensi praktik dumping juga menjadi perhatian serius pemerintah.

“Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi penguatan industri baja nasional, antara lain melalui perlindungan pasar, penerapan SNI (Standar Nasional Indonesia) wajib, penguatan hilirisasi, serta pemberian insentif fiskal untuk meningkatkan investasi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Chairman IISIA Muhamad Akbar menyampaikan komitmen pengurus baru untuk memperkuat peran IISIA sebagai wadah kolaborasi industri baja nasional.

“Kami ingin IISIA menjadi rumah yang solid bagi seluruh pelaku industri baja, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan industri nasional. Industri baja bukan hanya sektor ekonomi, tetapi fondasi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Baca Juga :
Penguatan Pengawasan Lingkungan Ditegaskan Penting di Tengah Peningkatan Aktivitas Kawasan Industri
Boni Hargens: TNI Ikut Jaga Stabilitas Ekonomi dari Dampak Perang
World Bank Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026, Airlangga: Masih di Atas Rata-rata Global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral! Bang Jago Ngamuk di Tanah Abang, Palak Pedagang Bakso Rp100 Ribu
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Ucap Sumpah di Hadapan Prabowo, Liliek Prisbawono Adi Sah Jadi Hakim MK
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Agenda Pemeriksaan Kembali Ditunda, Doktif Nilai Richard Lee Sengaja Ulur Waktu
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Ahmad Sahroni: Saya Diperas Rp300 Juta, Ngakunya dari Kabiro Penindakan KPK!
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Denada Bantah Isu Ayah Biologis Ressa adalah Teuku Ryan
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.