Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPR Ahmad Sahroni buka-bukaan soal isu menjadi korban penipuan dan pemerasan sampai uang Rp 300 juta raib. Uang itu diminta seorang wanita yang mengaku utusan pimpinan KPK untuk mengurus kasus hukum.
Sahroni mengatakan, wanita tersebut datang menemuinya ke DPR dan meminta uang Rp 300 juta untuk mengurus perkara. Setelah dimintai uang, dia mengaku menelepon KPK untuk mengonfirmasi utusan tersebut.
Advertisement
"Ada seorang ibu-ibu datang ke DPR dan meminta bertemu saya. Kemudian saya temui dan dia mengaku utusan dari pimpinan KPK dan di situ dia meminta uang senilai Rp300 juta untuk dukungan pimpinan KPK. Saya langsung cek ke KPK dan KPK menyangkal ada utusan tersebut," kata Sahroni saat dihubungi, Jumat (10/4/2026).
Sahroni juga menghubungi Polda Metro Jaya untuk membantu menangkap wanita tersebut setelah menyadari dirinya menjadi korban penipuan dan pemerasan.
Usai berkoordinasi dengan polisi, dia mengaku menjebak wanita itu dengan menyerahkan uang Rp 300 juta yang diminta sampai polisi datang melakukan penangkapan.
"KPK kemudian melakukan kordinasi dengan Polda Metro Jaya, dan setelahnya saya melapor terkait kasus ini ke Polda Metro Jaya. Saya kemudian bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan KPK untuk menangkap orang ini dengan memberikan uang tersebut di rumahnya," tutup Sahroni.




